Derita yang Diinginkan Puncak Kenikmatan

Mengenang derita orang yang dicintai, dan derita kerinduan karena ingin berjumpa dengan Allah SWT dan orang yang dicintainya. Derita ini adalah derita diinginkan.

Ketika Imam Ali bin Abi Thalib (sa) menjadi khalifah ia merasakan derita rakyatnya yang fakir dan miskin. Sehingga ia makan, minum, berpakaian dan lainnya seperti mereka. Peminpin yang perduli pada kehidupan rakyatnya kelas bawah, ia akan berpola hidup seperti mereka. Ini juga derita yang diinginkan.

Abu Ali Sina (Ibnu Sina) mengumpamakan derita ini seperti yang terkena gatal-gatal, ia merasa sakit saat menggaruknya, namun pada saat yang sama ia juga merasakan kenikmatan.

Para pecinta Ahlul bait Nabi SAW, saat mereka mengenang derita Imam Husein (sa) dan keluarganya di Karbala, mereka menangis dan mengucurkan air mata. Hati mereka merasa perih dan berduka. Pada saat yang sama mereka merasakan puncak kenikmatan dan kepuasan ruhani yang tak diketahui oleh Allah dan diri mereka. (Insân Kâmil, Murtadha Muthahhari)

Free Download Doa-Doa Pilihan
Workshop Akrilik Jakarta

Salam wa Rahmah
Syamsuri Rifai
http://shalatdoa.blogspot.com
http://islampraktis.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: