Perang Propaganda Baru Front Arab-Barat terhadap Suriah

Bersamaan dengan kemenangan militer Suriah di medan tempur dalam melawan teroris dan upaya untuk menyelenggarakan konferensi internasional Jenewa-2 sebagai jalan untuk mengakhiri krisis Suriah secara damai, pihak-pihak pendukung teroris di negara Arab itu memukul genderang perang propaganda baru berskala besar terhadap pemerintah Damaskus.

Media-media yang mendukung kelompok-kelompok bersenjata di Suriah terutama jaringan Aljazeera Qatar dan al-Arabiya Arab Saudi pada Rabu (21/8) mengklaim bahwa pasukan Suriah telah menggunakan gas beracun Sarin dalam operasinya di wilayah al-Ghouta di Provinsi Rif Dimashq, selatan Suriah, yang menyebabkan jatuhnya banyak korban.

Perang propaganda baru yang dilancarkan oleh pendukung-pendukung teroris di Suriah terhadap pemerintahan legal Presiden Bashar al-Assad itu, ditabuh bersamaan dimulainya aktivitas para inspektur PBB untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia di Suriah. Sebuah delegasi inspektur PBB yang ahli di bidang kimia pada Ahad lalu tiba di kota Damaskus, ibukota Suriah untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia di negara itu.

Mereka datang ke Suriah atas undangan pemerintah Damaskus setelah para teroris pada tanggal 19 Maret 2013 menggunakan senjata kimia untuk menyerang wilayah Khan al-Assal di Aleppo, utara Suriah. Serangan tersebut telah menewaskan sekitar 26 orang termasuk 16 personel militer. Rusia dalam sebuah laporan yang telah diserahkan kepada Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) menegaskan bahwa militan adalah pihak yang menggunakan senjata kimia tersebut, bukan militer Suriah. Moskow juga telah memberikan bukti-bukti konkret atas pelanggaran itu kepada DK-PBB.

Salah satu tujuan dari gelombang baru perang propaganda anti-Suriah adalah untuk menggagalkan upaya Damaskus membuktikan penggunaan senjata kimia oleh militan. Selain itu, juga untuk menghambat proses damai untuk mengakhiri krisis di Suriah. Kubu-kubu pendukung teroris di Suriah dengan mesin-mesin perang propaganda mereka berusaha membalikkan fakta.

Bukti-bukti kuat atas penggunaan senjata kimia oleh para teroris dan kesepakatan pemerintah Damaskus dengan PBB untuk menyelediiki kasus tersebut menjadi faktor terpenting yang mendorong kubu Arab dan Barat pendukung teroris untuk melancarkan propaganda baru terhadap pemerintah Suriah.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Suriah dengan tegas membantah klaim-klaim teroris yang menuding militer Suriah telah menggunakan senjata kimia. Kemenlu Suriah dalam pernyataannya mengatakan, kesepakatan kerjasama antara Damaskus dan PBB berkaitan dengan penyelidikan penggunaan senjata kimia di Suriah telah menyulut kemarahan bagi para teroris dan pendukung-pendukung regional dan internasional mereka.

Kesepakatan tersebut dan kesuksesan militer Suriah dalam operasinya untuk memberantas teroris di berbagai wilayah di negara itu serta percepatan proses penyelenggaraan konferensi Jenewa-2 sebagai upaya untuk menyelesaikan krisis Suriah melalui jalur politik, telah menimbulkan kekhawatiran bagi para pendukung teroris khususnya Saudi, sehingga mereka berusaha menghalangi tercapainya upaya solusi politik tersebut.

Selama hampir tiga tahun, militer Suriah berperang melawan teroris dan para pendukung mereka terutama Bandar bin Sultan, Kepala Dinas Rahasia Saudi yang bertugas menyuplai senjata kepada militan. Namun pasukan Suriah hingga kini tetap kuat dan tangguh dalam melawan kelompok-kelompok bersenjata yang disponsori oleh berbagai pihak asing. Pembebasan wilayah strategis al-Qusayr dan berbagai wilayah lainnya termasuk Rif al-Dimashq dan Latakia dari tangan teroris menunjukkan ketangguhan militer Suriah.

Pemerintah legal Suriah selain menghadapi perang nyata di lapangan, juga menghadapi perang lunak dan propaganda berskala besar oleh front Arab dan Barat. Tuduhan penggunaan senjata kimia kepada pemerintah Suriah dengan mempublikasikan berita dan foto-foto palsu oleh mesin-mesin propaganda Arab seperti Aljazeera dan al-Arabiya digelar bersamaan dengan perang media Barat anti-Suriah.

Transformasi Suriah selama hampir tiga tahun ini menunjukkan resistensi pemerintah, militer dan rakyat Suriah dalam menghadapi perang nyata dan perang propaganda front Barat-Arab. Salah satu tujuan dari konspirasi terbaru para teroris dan pendukung mereka adalah untuk menggagalkan solusi politik atas krisis Suriah melalui penyelenggaraan konferensi Jenewa-2. (IRIB Indonesia/RA/NA)

FREE DOWNLOAD DOA-DOA PILIHAN
Cara Praktis, Hemat dan Cepat Ningkat Rumah
Acrylic Murah di Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: