Konspirasi Baru Anti Iran oleh Arab Saudi dan Yaman

Juru bicara Departemen Luar Negeri Republik Islam Iran, Ramin Mehmanparast menolak tudingan Arab Saudi terkait keterlibatan seorang warga Iran di jaringan spionase yang ditangkap di Riyadh.

Mehmanparast seraya mengkritik sikap petinggi Arab Saudi mengatakan, “Klaim ini merupakan skenario usang dan tak berdasar.” Menurutnya, klaim tanpa dasar seperti ini di media massa hanya bermanfaat di dalam negeri Arab Saudi sendiri.

Kebijakan Iranphobia saat ini memasuki babak baru khususnya terkait agitasi dan propaganda keterlibatan Republik Islam di urusan internal sejumlah negara kawasan. Bertepatan dengan klaim ditangkapnya seorang warga Iran di jaringan spionase di Arab Saudi, duta besar Amerika Serikat di Yaman juga mengklaim bahwa Tehran membantu persenjataan sejumlah kelompok di Sanaa. Sepertinya klaim ini bukan sekedar kebetulan.

Gerald Feierstein, dubes AS di Yaman hari Sabtu saat diwawancarai televisi Alarabiya mengklaim bahwa tujuan Iran adalah mengobarkan instabilitas dan kerusuhan di Yaman. Klaim palsu terkait keterlibatan Iran di urusan internal negara lain seperti Arab Saudi, Yaman dan Bahrain kini menjadi trend baru propaganda anti Tehran oleh sejumlah elit politik dan media. Namun pertanyaannya adalah dengan dasar apa Iran didakwa mengintervensi urusan internal negara lain?

Realitanya adalah instabilitas yang terjadi di Yaman selama dua tahun terakhir akibat kebejatan diktator Ali Abdullah Saleh berujung pada tumbangnya rezim ini setelah rakyat negara ini menggelar revolusi mencontoh negara kawasan. Namun perubahan yang diharapkan rakyat Yaman akhirnya terhenti dengan ikut campurnya Barat dan represi sejumlah negara Arab di kawasan. Dengan demikian gerakan revolusi rakyat Yaman sampai saat ini masih belum mampu menjawab seluruh tuntutan rakyat. Artinya kendala yang dihadapi Yaman sebenarnya disebabkan oleh intervensi Arab Saudi, Qatar dan Amerika Serikat.

Sementara itu, faktor utama kondisi di Arab Saudi dan Bahrain juga harus dicermati dari kesulitan yang dihadapi warga dua negara ini dan tekanan besar warga terhadap pemerintah. Sisi lain dari skenario anti Iran adalah upaya Barat untuk mengobarkan krisis di kawasan seperti yang terjadi di Suriah dengan memanfaatkan negara kawasan seperti Arab Saudi, Qatar dan Turki.

Arab Saudi dan sejumlah negara Arab di kawasan sejatinya telah terseret dalam pusaran permainan dan propagandai politik anti Iran yang diterapkan oleh Amerika Serikat dan Washington menarik negara kawasan dengan memprovokasi mereka serta menebarkan Iranphobia. Namun cerdiknya Amerika tidak ingin mengeluarkan biaya sepeser pun dan seluruh anggaran ditanggung oleh negara Arab di kawasan.

Klaim intervensi Iran diurusan internal negara kawasan sebuah klaim yang sepenuhnya usang, karena berulang kali terbukti bahwa menuding Tehran mengintervensi urusan negara lain di kawasan sepenuhnya klaim palsu dan bukan saja tidak menguntungkan semua pihak bahkan membuka celah bagi musuh di hubungan antara Iran dan negara kawasan.

Realitanya adalah tranformasi di kawasan termasuk Bahrain, Yaman dan Arab Saudi adalah buah dari kebijakan yang diambil oleh berbagai pemerintah dan peran kekuatan trans-regional di negara tersebut untuk menyelewengkan kebangkitan rakyat. Oleh karena itu, tudingan terhadap Iran mengintervenesi urusan internal negara tersebut adalah upaya untuk memalingkan masalah sebenarnya.

Berbagai bukti menunjukkan bahwa isu intervensi Iran di negara kawasan berdasarkan pada statetemen yang bersifat hipotesa dan dipengaruhi oleh dikte pihak asing. Mereka yang merancang hipotesa konspirasi anti pemerintah kawasan oleh Iran tidak memperhatikan kontradiksi dari skenario yang mereka tebar tersebut. Karena negara-negara seperti Bahrain, Yaman dan Arab Saudi memiliki banyak kendala di dalam negeri dan kondisi tersebut tidak membutuhkan intervensi atau provokasi dan spionase dari luar.

Rencana tudingan tak berdasar atau mengkambinghitamkan anasir asing dalam terbentuknya kebangkitan rakyat adalah jalan keliru dan tidak bakal menyelesaikan kesulitan yang mereka hadapi. Yang jelas, pemerintahan yang ada dan tengah menghadapi tuntutan rakyat baik itu diterima atau tidak harus menghadapi realita yang ada.

Tak diragukan lagi, intervensi merusak tidak akan menguntungkan Iran baik dari sisi politik atau keamanan, karena Republik Islam lebih memperioritaskan stabilitas, keamanan, persatuan dan independensi negara-negara tetangganya ketimbang instabilitas dan kerusuhan. (IRIB Indonesia/MF/NA)

FREE DOWNLOAD DOA-DOA PILIHAN
Keuntungan Pesan Website kepada kami
Cara Praktis, Hemat dan Cepat Ningkat Rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: