Sengkarut Krisis Internal Saudi

Rezim Al Saud melanjutkan aksi kekerasan terhadap rakyatnya sendiri. Sejumlah ulama oposan negara Arab itu baru-baru ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara dengan tudingan mendukung aktivis politik.

Aparat keamanan Arab Saudi menangkapi sejumlah ulama termasuk Sheikh Al-Atiyah Al-Salami, Abdullah Al-Ghamidi dan Asim al-Meshali dengan tudingan mendukung protes rakyat terhadap pembebasan tahanan politik. Sebelumnya, petugas keamanan Saudi bersama para sipir penjara menyerang para tahanan dan memukuli Syeikh al-Anzi.

Di tengah meningkatnya aksi represif terhadap pemrotes rezim Al Saud, warga Arab Saudi terus berunjuk rasa sebagai bentuk solidaritas mereka terhadap para tahanan politik di al-Hayer. Di Riyadh, dan berbagai kota lainnya rakyat Saudi berdemonstrasi menuntut pembebasan para tahanan politik.

Dalam kondisi demikian, Raja Abdullah Bin Abdul Aziz mengeluarkan keputusan bahwa seluruh aksi unjuk rasa dinyatakan ilegal. Orang nomor satu di negara petro dollar ini mengklaim protes rakyat dipicu oleh intervensi asing. Raja Abdullah dalam pertemuan dengan sejumlah ulama membantah laporan mengenai memburuknya kondisi mata pencaharian rakyat negara kaya minyak itu.

Padahal pekan lalu dinas statistik Arab Saudi melaporkan terjadinya peningkatan rata-rata tingkat pengangguran di negara itu yang mencapai 40 persen dari angkatan kerja aktif. Koran al Watan dalam edisi terbarunya menerbitkan sebuah laporan berjudul “Dialektika Pengangguran: Pengangguran dan Tangan Siluman Ekonomi”. Koran terbitan Saudi itu menulis, “Masalah ekonomi merupakan prioritas utama, terutama bagi kalangan muda Arab Saudi. Sekitar 75 persen dari para penganggur berusia 20-29 tahun.”

Krisis pengangguran di Arab Saudi menjadi salah satu tantangan besar rezim al-Saud saat ini. Data resmi menunjukkan 12 persen dari kasus bunuh diri di Arab Saudi dipicu oleh masalah pengangguran, dan 12 persen di antara mereka adalah lulusan universitas.

Sementara itu, ribuan pekerja Arab Saudi melakukan mogok kerja memprotes pembayaran upah mereka yang tertunda selama dua bulan. Pada Ahad (28/1) ribuan karyawan yang bekerja di beberapa proyek di utara ibukota Saudi melakukan mogok kerja dan berunjuk rasa menyusul langkah manajemen perusahaan yang belum membayar upah mereka. Surat kabar Arab Saudi, Al Watan menulis, “Para karyawan itu menggelar demonstrasi di depan kantor perusahaannya. Aksi itu menyebabkan jalan-jalan di sekitar lokasi ditutup.”

Hamzah Hassan, seorang analis politik menilai berlanjutnya ketidakpuasan rakyat akibat meningkatnya masalah kemiskinan, tingginya angka pengangguran dan rendahnya layanan publik ditambahkan eskalasi tekanan negara-negara Barat dalam urusan internal Saudi mengancam stabilitas negara Arab ini.(IRIB Indonesia/PH)

FREE DOWNLOAD DOA-DOA PILIHAN
ARTIKEL ISLAMI DAN AMALAN PRAKTIS
Cara Praktis, Hemat dan Cepat Ningkat Rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: