Pasca Teror Wissam Al-Hassan, Saad Hariri Temui Bandar bin Sultan

Al-Manar, mingguan cetakan Palestina melaporkan pertemuan antara Saad Hariri, ketua Gerakan al-Mustaqbal Lebanon dan Pangeran Bandar bin Sultan, ketua Dinas Keamanan Nasional Arab Saudi di kota Riyadh. Sumber ini menulis, Pangeran Bandar bin Sultan mengkoordinasi operasi teror di Lebanon dengan Rezim Zionis Israel.

Mingguan ini dilaporannya menulis di balik layar pertemuan Hariri dan petinggi Arab Saudi serta agendanya serta menyatakan, kota Jeddah di Arab Saudi menjadi saksi pertemuan yang membicarakan kondisi Lebanon dan mekanisme eskalasi ketegangan di negara ini melalui aksi teror dan ledakan bom oleh kelompok teroris radikal dukungan rezim al-Saud. Demikian dilaporkan Fars News (Sabtu 27/10).

Sumber ini menambahkan, pertemuan ini digelar beberapa hari pasca teror Wissam al-Hassan, ketua bidang Intelijen Dinas Keamanan Nasional Lebanon. Instabilitas terbaru di Lebanon mencuat di tengah-tengah kondisi tak aman regional akibat peran Amerika Serikat, Israel dan kaki tangan mereka yakni Arab Saudi, Qatar dan kelompok teroris.

Sumber-sumber terpercaya kepada al-Manar mengatakan, pertemuan Jeddah dipimpin oleh Saad Hariri yang menjadi agen Arab Saudi untuk merusak stabilitas di Lebanon, memperluas aksi teror dan mendukung kubu anti Suriah dengan koordinasi serta kerjasama pihak-pihak regional dan internasional.

Masih menurut sumber ini, di pertemuan ini juga dibahas upaya untuk meledakkan kondisi di Lebanon dan memasuki babak baru pertumpahan darah serta mengobarkan fitnah berdarah antar mazhab guna melayani kepentingan AS, Israel dan mendukung Tel Aviv dalam mempersiapkan diri menyerang kubu muqawama Lebanon.

“Namun isu paling berbahaya dari pertemuan ini adalah ikut sertanya Bandar bin Sultan. Bandar mengundang peserta pertemuan ini ke markas Dinas Intelijen Arab Saudi di Riyadh dan memberikan instruksi tertulisnya kepada mereka guna beraktivitas dengan seluruh fasilitas yang ada guna melanjutkan operasi teror dan memasuki babak baru dari operasi peledakan bom demi mengobarkan kerusuhan dengan harapan mampu membuka peluang bagi operasi militer besar-besaran Israel terhadap Hizbullah,” tambah al-Manar.

Sebelum bertemu dengan Hariri, Bandar bin Sultan terlebih dahulu bertemu dengan Jenderal David Petraeus, ketua Dinas Intelijen AS (CIA). Bandar meminta Hariri berkoordinasi dengan pemimpin kelompok teroris takfiri yang berada di bawah pengawasannya dan aktif di Lebanon.

Sumber ini saat diwawancarai mingguan al-Manar menambahkan, “Pangeran Bandar bin Sultan mengkoordinasi aksi teror dan peledakan bom di Lebanon dengan Rezim Zionis Israel. Secara rahasia ia berulang kali pergi ke Tel Aviv dan mengawasi pangkalan teroris di Najd dan Hijaz yang dikelola oleh tim dan instruktur asing baik Israel, Eropa dan Amerika Serikat. Instruktur asing ini bertanggung jawab terhadap pelatihan agen-agen bayaran untuk melancarkan aksi teror. Bandar juga memiliki pangkalan rahasia di Riyadh timur yang dihuni oleh para mufti, psikolog dan pakar bom.

Sebelumnya Koran al-Rai cetakan Kuwait mengutip sumber-sumber Amerika Serikat melaporkan kesepakatan segitiga Amerika, Perancis dan Arab Saudi terkait penggulingan pemerintahan Najib Mikati dan pembentukan pemerintah baru di Lebanon yang sesuai dengan selera mereka. (IRIB Indonesia/MF)

FREE DOWNLOAD DOA-DOA PILIHAN
ARTIKEL ISLAMI DAN AMALAN PRAKTIS
KUMPULAN HADIS DAN MUTIARA HIKMAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: