Peneliti: Rezim Saudi Penindas dan Anti Demokrasi

Seorang peneliti dan dosen Universitas Inggris menyebut rezim Arab Saudi sebagai rezim yang brutal dan represif, dan tanpa legitimasi moral, politik dan budaya mencapai kekuasaan.

Rodney Shakespeare pada Selasa (17/7) kepada televisi al-Alam mengatakan, rezim Saudi tidak memiliki legitimasi dan telah membusuk. Rezim ini penindas dan anti-demokrasi.

Ia menambahkan, rahasia keluarga Al Saud telah terbongkar dan semua mengetahuinya.

“Perempuan Saudi tidak pernah mendapat hak-haknya seperti hak berpolitik, hukum, sosial dan sipil. Mereka dilarang mengemudi. Perempuan di dunia modern memiliki posisi tinggi dan merupakan bagian besar dan penting manusia,” tuturnya.

Lebih lanjut Shakespeare mengatakan, perempuan Saudi ditindas. Kini mereka tengah melakukan perubahan.

“Sebagai pendukung demokrasi, saya mendukung gerakan perempuan di Saudi dan menuntut dihentikannya penindasan terhadap mereka,” tegasnya.

Di bagian lain pernyataannya, dosen dan peneliti tersebut menandaskan, mereka dalam jangka panjang akan mampu melakukan perubahan yang diperlukan yaitu demokrasi dan saya yakin perempuan Saudi yang akan menentukan masa depan negara itu. (IRIB Indonesia/RA)

Keutamaan Hari-Hari dan Malam-Malam Ramadhan
Amalan dan Doa-doa Ramadhan
Audio Doa-Doa Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: