Memburuknya Kondisi Fisik Pemimpin Saudi dan Kekhawatiran AS

Berita memburuknya kondisi fisik organ utama rezim al-Saudi di Arab Saudi termasuk raja, pangeran mahkota dan menteri luar negeri membuat Amerika Serikat mengkhawatirkan masa depan pemerintahan di Riyadh.

Koran al-Manar mengkonfirmasikan memburuknya kondisi fisik Raja Abdullah, Pangeran Mahkota Nayef dan anggota keluarga al-Saud lainnya. Selain itu menurut koran ini, petinggi AS selain mengkhawatirkan kondisi ini juga mulai menggelar perundingan rahasia dengan keluarga al-Saud terkait masa depan pemerintahan rezim ini dan pewaris sang raja.

Kekhawatiran Amerika Serikat atas memburuknya kondisi fisik para pemimpin Arab Saudi termasuk dimensi penting dan berpengaruh serta layak untuk dikaji. AS memahami dengan jelas mayoritas warga Arab Saudi tidak puas dengan kondisi saat ini khususnya terkait hak-hak warga sipil dan maraknya praktek korupsi dari keluarga kerajaan.

Oleh karena itu, AS di saat kebangkitan Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara mencapai puncaknya dan mengingat aksi protes yang marak di Arab Saudi serta kelemahan pemerintah al-Saud maka akan terjadi krisis kekuasaan akibat parahnya kondisi fisik pemimpin rezim Riyadh sehingga akan berujung pada perubahan struktur politik dan pemerintahan di negara ini.

Gedung Putih khawatir jika perubahan sistem pemerintahan di Arab Saudi akan memunculkan pemerintahan independen yang didukung oleh rakyat seperti di Mesir, Tunisia dan Libya. Realita sejarah membuktikan bahwa setiap negara di Timur Tengah yang pemerintahannya dipilih oleh rakyat pasti menentang pengaruh AS di negara tersebut.

Petinggi Gedung Putih menilai ketidakpuasan warga Saudi terhadap rezim merupakan ancaman bagi kepentingan nasional AS. Selain itu, mengingat dukungan transparan Washington terhadap Riyadh ditakutkan hal ini malah menambah antipati warga Arab Saudi terhadap Amerika Serikat.

Dimensi lain dari kekhawatiran AS soal memburuknya kondisi fisik para pemimpin al-Saud adalah berkaitan dengan kepentingan ekonomi besar Washington di Arab Saudi. Riyadh tercatat sebagai pembeli terbesar senjata AS dan penyuplai utama energi di dunia. Oleh karena itu, krisis pewaris dan perubahan politik akibat kondisi yang memaksa di Arab Saudi membuat negara ini tidak akan mampu lagi menjamin kepentingan AS di negara strategis baik bagi dunia Islam dan kawasan Timur Tengah ini.

Dengan dasar inilah petinggi AS sangat khawatir nasib posisinya di Arab Saudi dan di berbagai lawatannya ke Riyadh mereka berunding dengan keluarga al-Saudi mengenai masa depan pemerintahan di negara ini dan tak lupa pula memperingatkan keluarga kerajaan Saudi.

Kondisi fisik yang parah para pemimpin Arab Saudi setiap harinya semakin berat. Selain itu, di tubuh keluarga kerajaan sendiri mulai timbul friksi politik yang menghebat. Saat ini Pangeran Mahkota, Nayef bin Abdul Aziz terpaksa menjalani perawatan dan pengobatan ke luar negeri dan kondisinya dilaporkan kritis. Dilaporkan pula penyakit yang diderita Menteri Luar Negeri, Saud al-Faisal semakin parah dan kemungkinan besar ia akan menderita kelumpuhan.

Yang paling mengejutkan adalah kondisi Raja Abdullah. Ia saat ini dilaporkan sudah tidak bisa mengenal orang-orang di sekitarnya dan kehilangan ingatan. Inilah nasib orang yang menzalimi rakyat dan umat Islam. (IRIB Indonesia/MF)

KEUTAMAAN BULAN SYA’BAN, Amalan dan Doa-doanya
AMALAN PRAKTIS DAN DOA-DOA PILIHAN
FREE DOWNLOAD DOA-DOA PILIHAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: