Kelompok Oposisi Suriah Disebut “Gerombolan Petualang”

Kelompok oposisi Dewan Nasional Suriah (SNC) dinilai sebagai “gerombolan petualang” yang mencari bantuan dana dari Barat, oleh seorang penulis dan sejarawan Amerika Serikat.

“Tentu saja apa yang disebut Dewan Nasional Suriah adalah gerombolan petualang,” kata Dr Webster Griffin Tarpley dalam wawancaranya dengan Press TV, (30/5).

“Ini adalah segerombolan penguntit dan petualang yang berusaha untuk mendapatkan bantuan dari berbagai negara Barat.”

Penulis Amerika ini mengemukakan pernyataannya sepekan setelah pemimpin SNC, Burhan Ghalioun, mengundurkan diri pada 23 Mei.

SNC dalam sebuah pernyataannya menegaskan bahwa Ghalioun akan tetap dalam menjabat di posisinya sampai Dewan memilih pemimpin baru pada bulan Juni mendatang.

“Dewan Nasional Suriah nyaris berantakan total dengan mundurnya orang ini, Ghalioun. Saya pikir hal ini menjelaskan banyak hal,” kata Tarpley.

Sementara itu, konfrontasi antara pasukan keamanan dan kelompok-kelompok bersenjata di Suriah terus berlangsung meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak tanggal 12 April dan prosesnya diawasi oleh misi pengawas PBB.

Pada 29 Mei, utusan khusus PBB-Liga Arab untuk Suriah, Kofi Annan bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus.

“Kami berada di titik kritis,” kata Annan setelah bertemu dengan Presiden Suriah.

“Orang-orang Suriah tidak ingin masa depan menjadi bagian dari pertumpahan darah dan perpecahan. Namun pembunuhan terus berlanjut dan pelanggaran masih bersama kita hari ini,” katanya, merujuk pada bentrokan mematikan antara pasukan Suriah dan kelompok-kelompok bersenjata di kota Houla pada 25 Mei.

Para anggota misi pengawas PBB di Houla mengatakan sekitar 108 orang, termasuk 49 anak dan 34 perempuan, tewas dalam aksi pembantaian di kota itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah Jihad Makdissi mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Damaskus pada 27 Mei bahwa Damaskus menuding “kelompok bersenjata” bertanggung jawab atas pembantaian sadis di Houla.

“Kami sepenuhnya menolak tanggungjawab terhadap aksi teror terhadap rakyat kami,” tegasnya.

Pada 26 Mei, kelompok teroris yang menamakan diri Pasukan Bebas Suriah menyatakan tidak bisa lagi berkomitmen terhadap gencatan senjata yang diajukan oleh Kofi Annan pada bulan Maret lalu. (IRIB Indonesia/MZ)

AMALAN PRAKTIS DAN DOA-DOA PILIHAN
FREE DOWNLOAD DOA-DOA PILIHAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: