Dempsey: Iran, Aktor Rasional di Arena Internasional

Seorang pejabat teras militer AS menggambarkan Iran sebagai aktor rasional di arena internasional.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi nasional di acara CNN`s Fareed Zakaria GPS pada Ahad (19/2), Kepala Staf Gabungan Militer AS Jenderal Martin Dempsey mengatakan, “Kami berpendapat bahwa Iran adalah aktor yang rasional.”

Pernyataan Dempsey menunjukkan bahwa para pejabat AS tidak yakin Iran telah memutuskan untuk membangun persenjataan atom.

“Kami juga tahu, atau kita percaya bahwa Iran tidak memutuskan untuk membuat senjata nuklir,” lanjut Jenderal Dempsey.

Di bagian lain pernyataannya, pejabat tinggi militer AS itu juga menggambarkan bahwa setiap serangan Israel terhadap Iran sebagai “Destabilisasi.”

“Pada saat ini tidak bijaksana untuk memutuskan menyerang Iran,” tandas Jenderal Dempsey. Ditambahkannya, pemerintah AS yakin Israel memahami keprihatinan kami.

Pernyataan Dempsey datang sebagai reaksi terhadap para pejabat rezim Zionis Israel yang terus melontarkan retorika perang mereka selama beberapa pekan terakhir. Tel Aviv mengancam Tehran dengan serangan militer jika sanksi Barat terhadap Iran gagal dan tidak mampu memaksa Tehran untuk menghentikan program nuklirnya.

Pada 9 Februari, Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan, “Israel memiliki banyak pilihan dan cara jika sanksi dunia internasional gagal membujuk Iran untuk menghentikan program nuklirnya.

Sebenarnya, ada kekhawatiran yang berkembang di Israel tentang konsekuensi serius dari setiap serangan rezim ini terhadap Iran.

“Seluruh daerah akan dilalap api. Ribuan roket akan jatuh di Israel. Pada hari-hari pertama, ratusan roket akan jatuh di Tel Aviv. Kemudian kita akan berada dalam perang yang berlangsung selama berbulan-bulan. Perekonomian akan jatuh. Tel Aviv akan menjadi kota perbatasan, ” lapor harian terkemuka Israel Haaretz pada 11 Februari yang mengutip seorang anggota senior oposisi rezim Tel Aviv.

Meskipun AS,Israel, dan beberapa sekutunya di Eropa mempublikasikan klaimnya secara luas bahwa program nuklir Iran mungkin mengandung aspek militer, namun Iran menolak dengan keras tuduhan itu.

Sebagai penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran memiliki hak untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan damai.

IAEA telah melakukan inspeksi di berbagai fasilitas nuklir Iran, tetapi tidak pernah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa program nuklir sipil Tehran telah dialihkan ke arah produksi senjata nuklir.

Sementara rezim Israel secara luas diketahui memiliki antara 200 dan 400 hulu ledak nuklir. Selain itu, Tel Aviv menolak untuk mengizinkan fasilitas nuklirnya berada di bawah inspektur internasional dan menolak setiap perjanjian internasional sola peraturan nuklir. (IRIB Indonesia/RA/PH)

AMALAN PRAKTIS DAN DOA-DOA PILIHAN
FREE DOWNLOAD DOA-DOA PILIHAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: