Analisa Rahbar Soal Krisis Suriah

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menekankan bahwa tujuan utama strategi Amerika Serikat di Suriah adalah menumpas muqawama di kawasan. Hal ini disebabkan Suriah selama ini terkenal sebagai pendukung muqawama Palestina dan Hizbullah Lebanon. Saat menerima kunjungan Sekjen Jihad Islam Palestina, Ramadhan Abdullah beserta rombongan pada hari Selasa (31/1), Rahbar menjelaskan, jika kita mengkaji dengan cermat transformasi di Suriah maka akan sangat kentara sekali rencana busuk AS di sana. Namun menurut Rahbar sangat disayangkan karena sejumlah negara regional dan asing malah berlomba mendukung rencana Washington tersebut.

Sementara itu, kondisi Suriah saat ini sangat terjepit. Negara pro muqawama ini dikeroyok banyak pihak yang tidak menyukai perlawanan anti Rezim Zionis Israel. Konspirasi musuh regional dan internasional kini terarah ke Damaskus. Selama ini Suriah menjadi benteng bagi kelompok muqawama di Timur Tengah melawan arogansi Israel. Kebijakan Damaskus ini berhasil mamatahkan setiap konspirasi Israel. Oleh karena itu, wajar jika Suriah saat ini digempur habis-habisan oleh negara-negara Arab yang merasa kepentingannya terganggu dan negara Barat khususnya Amerika sebagai pendukung utama Tel Aviv.

Adapun Suriah selama ini senantiasa menunjukkan itikad baiknya kepada Liga Arab. Namun niat baik ini tidak ditanggapi Liga Arab dan negara Arab, malah organisasi Arab ini mendukung baik strategi AS yang diterapkan terhadap Damaskus. Qatar dalam hal ini terlihat ambisius memojokkan Suriah, padahal Damaskus telah melakukan reformasi politik yang dituntut Liga Arab.

Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Hamad bin Jasim al-Thani dalam beberapa pekan terakhir termakan bujuk rayu Washington untuk menjadikan kasus Suriah sebagai isu internasional. Padahal sebelumnya krisis di Suriah telah ditangani oleh Liga Arab dan mendekati penyelesaian. Bashar Assad, Presiden Suriah pun telah mengizinkan tim investigasi organisasi ini untuk berkunjung ke negaranya dan menyelidiki kasus pembantaian warga sipil serta kondisi yang ada di Suriah. Laporan tim Liga Arab pun mendukung keterangan Damaskus bahwa warga yang tewas bukan akibat tembakan pasukan keamanan, namun mereka menemui ajal akibat serangan kelompok teroris.

Lantas dari mana munculnya kelompok teroris dan dari mana mereka memperoleh dana serta senjata. Dalam hal ini negara-negara tetangga Suriah yang merasa risih dengan Damaskus karena mendukung muqawama anti Israel tercatat sebagai pihak yang mendukung penuh kelompok teroris bersenjata. Merekalah yang memberikan dukungan baik finansial maupun moril. Arab Saudi dan Qatar, dua negara Arab ini terkenal perannya dalam mengintervensi urusan internal negara lain. Dan kali ini pun mereka tak segan-segan memberikan bantuan baik moril atau finansial kepada kubu bersenjata anti Assad. Tujuannya jelas, yaitu ingin menggulingkan Bashar Assad dan menguasai negeri ini. Ini bukan sekedar tudingan, namun terbukti dengan pengakuan oknum teroris yang tertangkap di Suriah bahwa mereka mendapat bantuan serta dukungan dari sejumlah negara Arab.

Adapun AS yang selama ini menjadi pihak yang kalah di kawasan khususnya pasca meletusnya kebangkitan Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara menjadi sangat geram. Apalagi Washington selama menduduki Irak sekitar sembilan tahun telah mengeluarkan dana miliaran dollar. Washington akhirnya melirik Suriah dan menjadikan negara ini sebagai medan untuk mensukseskan ambisinya. Ini merupakan poin penting yang disinggung Rahbar, bahwa AS saat ini tengah berusaha untuk menebus kekalahannya dan membalas dendam.

Rahbar dalam kesempatan tersebut menjelaskan kebijakan Republik Islam Iran dalam menyikapi transformasi di Suriah. Menurut beliau, Iran mendukung setiap reformasi yang menguntungkan rakyat dan menolak segala bentuk intervensi asing khusunya AS di Suriah. Iran membedakan aksi demo yang terjadi di Suriah dengan demo rakyat Arab lainnya. Pasalnya demo yang terjad di Suriah karena rakyat menuntut adanya reformasi politik dan ekonomi.

Kini terang sudah bahwa apa yang terjadi di Suriah berbeda dengan transformasi dan kebangkitan rakyat Mesir, Tunisia, Yaman dan Bahrain. Rakyat Suriah tidak menginginkan Bashar Assad lengser, namun yang mereka inginkan adalah reformasi politik dan ekonomi. (IRIB Indonesia/MF/SL)

AMALAN PRAKTIS DAN DOA-DOA PILIHAN
FREE DOWNLOAD DOA-DOA PILIHAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: