Bumerang Embargo Iran Bagi Eropa

Seminggu berlalu pasca Uni Eropa menjatuhkan sanksi sepihak terhadap industri minyak Iran, keputusan yang disepakati 27 menteri luar negeri Eropa itu memicu kecaman dari dalam Eropa sendiri.

Koalisi partai kiri Yunani mengecam sanksi Uni Eropa atas Iran, yang mengekor kebijakan gila perang Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel di Timur Tengah. Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (28/1), aliansi mengkritik embargo menilai langkah blok Eropa itu akan merugikan Eropa dan dunia.

Gelombang kecaman juga datang dari Italia. Direktur Badan Industri Minyak Italia, Unione Petrolifera, Piero De Simone mengatakan embargo Uni Eropa terhadap sektor minyak Iran akan mengakibatkan penutupan lebih cepat sekitar 70 kilang Eropa. Piero De Simone kepada Bloomberg pada Sabtu (28/1) mengatakan, “Italia sudah menghadapi resiko penutupan lima kilang minyak. Di tingkat Eropa, sekitar 70 kilang Eropa terancam tutup.”

Uni Eropa merupakan importir minyak Iran terbesar kedua setelah Cina. Selama 10 bulan tahun 2011, setiap harinya Iran memasok minyak mentah lebih dari 500 ribu barel perhari ke Eropa, atau sekitar 18 hingga 20 persen minyaknya. Yunani, Spanyol dan Italia merupakan pembeli utama minyak mentah Iran melebihi negara Eropa lainnya. Dilaporkan, Yunani memasok 34, 2 persen kebutuhannya dari Iran. Sedangkan Spanyol memenuhi 14,9 persen kebutuhan minyaknya dari Tehran, dan Italia memasok 12,4 persen kebutuhan minyak mentahnya dari Iran.

Para analis menilai embargo minyak Iran akan memicu lonjakan harga minyak dunia, dan mengancam keamanan pasokan kilang minyak Eropa. Terkait hal ini, Direktur korporasi minyak Shell mengungkapkan bahwa sanksi menimbulkan kerugian bagi perusahaan Eropa dan AS.

Embargo AS dan Uni Eropa terhadap industri minyak Iran menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Embargo itu memicu lemahnya daya saing korporasi energi Eropa menghadapi kekuatan Asia. Direktur Unione Petrolifera mengakui bahwa embargo Iran menyebabkan importir minyak Asia lebih kompetitif dari pesaingnya di Eropa. Saat ini pasokan sekitar 60 persen minyak mentah Iran dikonsumsi negara-negara Asia seperti Cina, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Para analis menilai pecundang pertama embargo AS dan Uni Eropa terhadap industri minyak Iran adalah negara-negara Eropa sendiri sebagai pengimpor minyak mentah Iran, terutama negara yang tengah dililit krisis finansial.

Opsi menggantikan minyak Iran dengan minyak Saudi tampaknya bukan solusi bagi Eropa. Sebab, kilang minyak Eropa harus mengeluarkan biaya dan waktu yang lebih lama untuk mengolah minyak mentah Saudi.

Sejatinya, sanksi Uni Eropa saat ini justru menjadi peluang bagi Tehran untuk mengungkapkan hak legalnya mengenai program nuklir sipil.(IRIB Indonesia/PH)

AMALAN PRAKTIS DAN DOA-DOA PILIHAN
FREE DOWNLOAD DOA-DOA PILIHAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: