Al-Qaeda, Alat AS Pojokkan Iran

Para petinggi Amerika Serikat rupanya tak putus asa merancang skenario anti Republik Islam Iran. Kali ini mereka kembali mengemukakan masalah milisi al-Qaida dan menuding Tehran memiliki hubungan dengan kelompok teroris ini. Robert Hartung dari kantor keamanan diplomat AS hari Jum’at mengklaim bahwa Yasin al-Suri yang ia sebut sebagai tokoh penting al-Qaeda mengirim uang dalam jumlah yang besar kepada para pemimpin al-Qaeda di Afghanistan dan Pakistan melalui Iran. Tak hanya itu, Hartung juga menyebut al-Suri mengumpulkan anggota bagi al-Qaeda.

Petinggi AS sebelumnya juga mengklaim Iran selama sepuluh tahun lalu memberikan kesempatan kepada al-Qaeda untuk menyerang AS dan sekutunya. Skenario baru ini bukan sekedar kebetulan mengingat sejumlah peristiwa penting di Iran seperti tertangkapnya agen CIA, keberhasilan Iran menurunkan pesawat mata-mata tanpa awak AS di wilayah timur negara iniserta sikap intens Gedung Putih menanggapi hal ini. Skenario ini juga tak jauh dari strategi represif terhadap Iran yang dicanangkan Washington dalam tiga paket, sanksi ekonomi, tudingan tak berdasar soal program sipil Irak dan pelanggaran HAM.

Klaim keterlibatan Iran dengan al-Qaeda yang digembar-gemborkan AS kian gencar di saat Washington sekitar dua bulan lalu juga menuding Iran terlibat dalam percobaan teror terhadap duta besar Arab Saudi di Amerika. Tudingan ini tak lebih dari ambisi Gedung Putih untuk merusak hubungan antara Iran dan Arab Saudi serta merusak citra Tehran di mata negara tetangga serta menebarkan Iranphobia.

Di sisi lain, para pengamat menilai eskalasi aksi teror oleh al-Qaeda merupakan skenario Arab Saudi dan AS. Hal ini juga menyebabkan pandangan publik mulai meragukan Washington dan meragukan kejujuran negara adidaya ini. Jangan-jangan AS berada di balik aksi-aksi teror yang dilancarkan al-Qaeda. Apalagi hingga kini Washington belum menjawab pertanyaan asli dan keraguan soal peristiwa 11 September yang menjadi alasan bagi negara ini untuk menduduki Irak dan Afghanistan.

Mungkin setelah tewasnya Osama bin Laden dalam operasi rahasia militer AS yang banyak menimbulkan keraguan, al-Qaeda sudah lolos dari cap sebagai kelompok teroris. Namun sejatinya kematian Bin Laden merupakan skenario AS karena ia sudah tidak berguna bagi Washington.

Realitanya adalah al-Qaeda merupakan anak didik dan bentukan AS. Terorisme tak lebih sebuah alat bagi Amerika dan NATO untuk menduduki negara lain. Seharusnya AS berfikir, siapa yang mendidik al-Qaeda, memberinya senjata serta dana. Siapa yang mempersenjatai Bin Laden dan pasukannya di Afghanistan.

Kini AS pun tak bersungguh-sungguh memberantas al-Qaeda, malah berniat menjaga kelestarian kelompok ini untuk dijadikan alasan mengagresi negara lain dan menebarkan Islamphobia. (IRIB Indonesia/MF/NA)

KUMPULAN DOA-DOA PILIHAN
HADIS DAN MUTIARA HIKMAH
AMALAN PRAKTIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: