Mengapa Jepang Tolak Embargo Minyak Iran

Embargo ekonomi yang dipaksakan AS dan sekutunya terhadap Iran tidak mendapat dukungan dari negara-negara besar dunia. Kali ini Jepang terang-terangan menolak penerapan sanksi Barat atas Tehran. Menteri Luar Negeri Jepang Koichiro Gemba menegaskan bahwa negaranya tidak akan menghentikan impor minyak mentah dari Iran.

Gemba dalam kunjungan ke Washington setelah pembicaraan dengan Menlu AS Hillary Clinton Senin (19/12) mencatat bahwa penghentian impor minyak mentah dari Iran bisa membahayakan perekonomian global.

Menurut laporan sebuah media Jepang pada Ahad, Tokyo, yang mendapat pasokan 10 persen dari impor minyak Tehran akan sangat terpukul jika sanksi menargetkan industri minyak Iran.

Sebelumnya, Kongres AS meloloskan RUU yang mencakup ketentuan-ketentuan untuk menjatuhkan sanksi terhadap lembaga keuangan asing yang melakukan transaksi dengan Bank Sentral Iran.

Jepang sebagai kekuatan ekonomi besar ketiga dunia sangat tergantung atas pasokan stabil minyak mentah dari Iran. Kondisi serupa juga menimpa negara-negara Eropa.

Mencermati tekanan sanksi Barat terhadap Iran terutama di sektor industri migas, tampaknya terdapat dua hal yang harus disoroti. Pertama, terdapat fakta bahwa sanksi yang dihembuskan AS terhadap Iran tidak diamini oleh negara-negara dunia, salah satunya Jepang.

Di luar prediksi Washington, hingga kini masih banyak perusahaan asing yang menanam investasi di Iran dan berperan aktif dalam proyek industri migas Iran. Mundurnya perusahaan-perusahaan raksasa negeri global seperti BP justru menjadi peluang bagi perusahaan besar energi seperti Petronas Malaysia dan perusahaan energi Cina untuk berpartisipasi aktif dalam proyek migas Iran.

Kedua, terlepas dari masalah perdagangan besar global sebagai salah satu variabel terpenting dalam menganalisis masalah sanksi, penyebab utama penolakan berbagai negara dunia untuk tidak mengekor dikte Washington kembali pada posisi strategis Iran.

Saat ini Iran tercatat sebagai pemilik cadangan minyak mentah terbesar di dunia dengan kapasitas melebihi 141 miliar barel perhari dengan kuota produksi harian yang ditetapkan OPEC sebesar 43 juta barel perhari. Selain itu, Iran juga adalah pemilik cadangan gas terbesar kedua di dunia setelah Rusia. Tentu saja potensi strategis Iran itu tidak menjadi perhatian perusahaan-perusahaan raksasa energi dunia.

Selain faktor ekonomi, penentangan Jepang dan negara lainnya terhadap embargo minyak Iran juga disebabkan karena sanksi Barat terhadap Tehran tersebut cenderung politis, sekedar alat negara arogan seperti AS untuk menekan negara lain yang tidak menguntungkan pihak manapun di dunia, kecuali negara-negara arogan yang terancam kepentingannya. (IRIB Indonesia/PH)

KUMPULAN DOA-DOA PILIHAN
HADIS DAN MUTIARA HIKMAH
AMALAN PRAKTIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: