Kapal Militer AS di Laut Cina Selatan, Menyiram Api dengan Bensin

Kapal militer AS bercokol di perairan laut Cina Selatan, meski mendapat penentangan keras dari negara-negara kawasan. Kantor berita IRNA dari Malaysia melaporkan bahwa angkatan laut AS Sabtu (17/12) menempatkan kapal perang terbarunya di pantai Singapura, Filipina dan Perairan Laut Cina Selatan.

Para analis mengatakan, meski kapal AS itu bukan termasuk kapal perang militer besar, namun penempatan kapal itu merupakan bentuk intervensi terang-terangan Washington di kawasan Asia Timur dan tenggara. Terang saja sikap AS itu memicu reaksi keras dari Cina. Beijing menilai penempatan kapal militer AS tersebut merupakan sebuah bentuk pengumuman perang AS terhadap Cina.

Sebelumnya, negara-negara di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia mengecam penempatan tentara AS di Australia, dan menilainya sebagai tindakan provokatif. Cina juga berulangkali mengkritik keras kebijakan internasional AS dalam memperkeruh konflik di semenanjung Korea. Beijing memandang penempatan kapal perang AS di kawasan akan memperuncing konflik antara Korea Utara dan Selatan.

Terwujudnya stabilitas di perairan Laut Cina Selatan menjadi prioritas negara-negara regional. Perairan ini selain memiliki cadangan migas yang besar, sekaligus menjadi sarana paling strategis dan terpendek bagi jalur perdagangan antara samudera Hindia dan laut Cina. Selain Cina, sejumlah negara seperti Filipina, Taiwan, Vietnam, Malaysia dan Brunei bergantung pada sumber daya alam di perairan tersebut.

Deputi Menlu Cina, Liu Zhenmin Jumat (16/12) menyatakan penentangannya terhadap sepak terjang AS di kawasan Asia Timur. Ditegaskannya, negara-negara tetangga di kawasan membutuhkan keamanan dan stabilitas perairan Laut Cina Selatan. Seraya menyinggung hubungan multilateral Cina dengan negara-negara angota ASEAN, Zhenmin memandang stabilitas perairan Laut Cina Selatan akan menjamin keamanan negara-negara regional.

Para analis menilai intervensi AS di Asia Timur alih-alih meredakan konflik antar negara regional, justru memperuncing friksi terutama antara Korea Selatan dan Korea Utara. Inilah substansi kritik Beijing dan negara-negara kawasan terhadap keberadaan kapal militer AS di Laut Cina Selatan.

Pengalaman menunjukkan, ketika Washington menancapkan cakarnya, maka selalu ada kepentingan negara lain yang dikorbankan. Sebab, motif Gedung Putih di manapun bukan menciptakan keamanan internasional seperti yang digembar-gemborkannya selama ini, tapi mewujudkan kepentingan AS di manapun berada. (IRIB Indonesia/PH)

KUMPULAN DOA-DOA PILIHAN
HADIS DAN MUTIARA HIKMAH
AMALAN PRAKTIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: