Setelah Wall Street, Kini Pelabuhan AS Jadi Target

Mendekati tiga bulan dari gerakan Occupy Wall Street (OWS), pelabuhan-pelabuhan di Amerika Serikat kini menjadi sasaran kelompok anti Kapitalisme. Dalam beberapa hari terakhir ratusan aktivis OWS menguasai pelabuhan-pelabuhan di AS selama beberapa jam. Aksi ini mendapat perlakuan keras dari polisi dan sejumlah demonstran ditangkap.

Gerakan yang dimulai kira-kira 90 hari lalu di depan pasar bursa New York kini semakin luas. Pelabuhan di Amerika saat ini menjadi sasaran kemarahan mereka. Menurut mereka bank dan pelabuhan Amerika menjadi faktor langgengnya sistem tak adil baik dari sisi ekonomi dan sosial di negara ini. Para pemilik modal Amerika menjaga pengaruh mereka terhadap kalangan miskin negara ini dengan bantuan bank. Setiap harinya mereka terus memupuk kekayaan di atas penderitaan rakyat miskin.

Berdasarkan berbagai laporan, bank-bank AS di saat negara ini dilanda krisis malah meraup keuntungan besar. Dan para pemimpinnya selain mendapat gaji besar juga diberi tunjangan melimpah senilai ratusan juta dolar. Di sisi lain, krisis finansial dan ekonomi AS telah merugikan ratusan miliar negara ini dan menyengsarakan rakyatnya, khususnya warga menengah ke bawah. Oleh karena itu, memerangi para pemilik bank dan sistem yang tak adil di negara ini merupakan tujuan dari gerakan Occupy Wall Street (OWS).

Pelabuhan sendiri memiliki peran penting dalam perekonomian Amerika. Melalui pelabuhan inilah para investor AS meraup keuntungan besar-besaran. Dengan uang yang mereka miliki, mereka mampu mendanai para politisi negara ini untuk membeli suara. Kini pelabuhan dan aktivitas perdagangannya di AS di mata OWS menjadi simbol modernisasi dan meluasnya pengangguran. Apalagi AS dikenal sebagai importir terbesar dunia meski memiliki infrastruktur industri yang maju. Besarnya barang impor yang masuk ke negara ini juga berdampak pada membludaknya pengangguran.

Menurut pandangan gerakan OWS, jika konglomerat AS mengurangi impor mereka maka akan terbuka kesempatan bagi terbukanya lapangan pekerjaan dan laju produksi nasional. Meski demikian, hingga kini masih belum ada sinyal dari negara ini untuk menurunkan kebijakan impornya. Sejumlah perusahaan malah tak segan segan memindahkan pabriknya ke negara lain demi meraup keuntungan yang lebih besar. Dan hasilnya adalah pengangguran di dalam negeri AS semakin tinggi.

Kondisi inilah yang mendorong gerakan Occupy Wall Street (OWS) untuk terus meningkatkan aksinya. Dan kini bukan hanya bank dan Wall Street sebagai pusat kegiatan ekonomi AS yang diprotes. Pelabuhan-pelabuhan di negara ini yang menjadi pintu masuknya barang impor ke AS juga menjadi target mereka. (IRIB Indonesia/MF)

KUMPULAN DOA-DOA PILIHAN
HADIS DAN MUTIARA HIKMAH
Rangkuman Artikel Islami Praktis dan Aktual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: