Ulama Saudi: Rezim Kerajaan Harus Dihapus

Ulama terkemuka dan khatib shalat Jumat masjid Imam Husein as di wilayah Awamiya, Arab Saudi menegaskan bahwa rezim kerajaan Saudi harus dihapuskan.

Sheikh Nimr Bagir al-Namr menilai rezim Al Saud sebagai penyebab ketidakamanan di wilayah timur Saudi. Beliau mengatakan, “Para pejabat Riyadh dan pasukan keamanan tengah menyebarkan ketidakamanan di timur negara ini. Namun, ketahuilah bahwa rakyat akan terus bertahan melawan mereka. Ancaman tidak dapat menghalangi teralisasinya tuntutan mereka.” Televisi al-Alam melaporkan, Ahad (11/12).

Seraya menyebut rezim kerajaan telah melanggar nilai-nilai Islam, Sheikh Nimr Bagir al-Nimr menandaskan, “Rezim Riyadh yang tidak konsisten dengan demokrasi dan nilai-nilai Islam harus dihapuskan dari negara-negara Arab sekitar Teluk Persia. Sebab, rakyat Saudi menentang rezim kerajaan yang hanya mampu membantai rakyatnya sendiri. Ketahuilah bahwa kesyahidan, kemuliaan dan martabat akan mengubah masa depan.”

Ulama papan atas Saudi itu menegaskan kepada rezim Al Saud untuk menghentikan pembantain rakyat. “Rakyat Saudi tidak akan mengabaikan tuntutan mereka guna meraih kebebasan politik, berfikir dan membebaskan para tahanan politik. Para pejabat Riyadh harus bertanggung jawab untuk memenuhi tuntutan rakyatnya dan menghentikan pembantaian rakyat tak berdosa,” tegasnya.

Dibagian lain pernyataannya, khatib shalat Jumat Awamiya itu juga mengecam kejahatan Al Saud terhadap rakyat Bahrain. “Pejabat Bahrain melakukan instruksi asing dan menuduh rakyatnya sedang melaksanakan perintah dari negara lain. Hal itu terjadi pula di Arab Saudi. Padahal aksi protes yang terjadi saat ini, murni protes rakyat. Namun, pemerintah berusaha menunjukkan bahwa protes rakyatnya akibat mendapat instruksi asing,” tambahnya.

Sheikh al-Namr menambahkan, pemerintah Manama menggunakan militer AS dan Inggris guna menumpas rakyatnya. Sementara, pemerintah Riyadh mamaksa kami untuk diam, tapi kami akan terus melanjutkan perjuangan dan menggelar protes secara damai.

Di akhir pernyataannya, ulama senior Saudi itu menyebut pasukan anti-huru-hara Saudi telah menimbulkan kerusuhan di negara itu dan menjelaskan bahwa pasukan keamanan dengan melakukan pembantaian dan meningkatkan ketegangan, berupaya menciptakan kondisi yang tak menentu di wilayah timur Saudi. Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa pasukan Saudi harus keluar dari Bahrain. Ditambahkannya, para pemuda telah siap untuk menjemput kesyahidan guna mendukung rakyat Bahrain dan para tahanan Syiah di Saudi serta meraih kebebasan dan martabat. (IRIB Indonesia/RA/MF)

KUMPULAN DOA-DOA PILIHAN
HADIS DAN MUTIARA HIKMAH
Rangkuman Artikel Islami Praktis dan Aktual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: