Suriah, Ajang Perang Rusia dan Barat

Statemen terbaru yang dirilis Departemen Luar Negeri Rusia mengindikasikan perlawanan kuat Moskow terhadap strategi anti Suriah yang diterapkan Barat. Setelah Dewan HAM PBB mengecam Suriah, deplu Rusia merilis statemen dan mengecam keputusan Dewan HAM serta menilainya sebagai keputusan yang penuh dengan muatan politik.

Negara Barat sebelumnya menyerahkan draf pengecaman terhadap Suriah ke Dewan HAM PBB. Adapun di sidang darurat dewan ini saat mengkaji draf tersebut, mereka menuding Suriah melanggar HAM karena sikapnya ketika menghadapi para demonstran. Deplu Rusia mengkritik kebijakan Barat yang memanfaatkan isu HAM untuk campur tangan di urusan internal Damaskus. Moskow menilai sikap ini ilegal.

Barat memanfaatkan berbagai cara untuk menekan Damaskus. Upaya Barat untuk menggelar serangan militer ke Suriah akhirnya gagal karena diveto Rusia dan Cina di Dewan Keamanan. Namun sepertinya Barat tidak putus asa, setelah gagal di Dewan Keamanan mereka mulai mendekati lembaga internasional lainnya. Salah satunya adalah Liga Arab. Keputusan Liga Arab menerapkan sanksi ekonomi terhadap Suriah merupakan hasil dari lobi antara para pemimpin Barat dan organisasi Arab ini.

Buktinya dapat disaksikan dengan melubernya produk Rezim Zionis Israel ke negara Arab dan sejumlah negara Arab menjalin hubungan diplomatik dengan Tel Aviv. Rusia sendiri berulang kali menyatakan penolakannya atas sanksi Liga Arab terhadap Suriah dan menyebut eskalasi sanksi Barat tidak dapat diterima. Para pemimpin Kremlin menyadari sepenuhnya jika NATO sebagai kepanjangan tangan Barat sampai berhasil mengintervensi Suriah maka strategi Barat untuk menguasai kawasan Timur Tengah dan kawasan kaya minyak akan semakin mudah. Dari sinilah, membela Suriah menjadi agenda utama Moskow dalam pertarungannya dengan Barat.

Persaingan ini sangat kentara di sidang darurat Dewan HAM PBB. Rusia di sidang tersebut berusaha menyeimbangkan draf resolusi dewan ini, namun usahanya mendapat penolakan keras dari negara-negara Barat. Rusia menyatakan kekhawatirannya atas butir-butir resolusi tersebut. Di butir tersebut disiratkan intervensi militer ke Suriah dengan dalih membela warga sipil yang anti Bashar Assad.

Menurut statemen Deplu Suriah, butir-butir tersebut dalam pandangan Rusia tidak dapat diterima. Sikap Moskow ini juga dapat ditafsirkan bahwa Kremlin tidak akan tinggal diam ketika Barat melakukan agresi militer ke Damaskus. Rusia yang sebelumnya lebih memilih menolak agresi militer NATO ke Libya dengan pernyataan, kini terkait Suriah, Moskow telah mengirim kapal perangnya ke perairan timur Laut Mediterania, yakni pantai Suriah.

Sejatinya langkah Rusia ini dapat dicermati sebagai jawaban atas sikap AS yang mengirim kapal induknya ke dekat perairan Suriah. Ini juga artinya, Rusia tidak akan lagi menyatakan penolakannya dengan lisan, namun akan terjun langsung ke medan. Petualangan militer Barat di kawasan bisa menjadi persengketaan di luar perairan Timur Tengah. (IRIB Indonesia/MF)

KUMPULAN DOA-DOA PILIHAN
Sekitar Persoalan Asyura
Rangkuman Artikel Islami Praktis dan Aktual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: