Perang Kubu AS-Israel Cs V Kubu Rusia, Iran, China India

AKHIRNYA, jika memang kemudian terjadi seperti ramalan di awal tulisan ini, Perang Dunia III akan secara alamiah terbagi ke dalam dua kubu, di mana satu kubu (kita sebut saja sebagai kubu Konservatif karena masih menjalankan pola-pola lama imperialis dalam pergaulan antar bangsa) diisi oleh: AS, Israel, Perancis, Inggris, Pakistan. Sedangkan kubu yang lain (kita sebut saja sebagai kubu progresif karena berusaha memperjuangkan tata nilai yang baru dan lebih baik untuk dunia) diisi oleh: Rusia, Iran, China, dan India.

Tidak diketahui secara pasti berapa total hulu ledak yang dimiliki di kedua kubu, yang pasti jumlahnya jauh dari cukup. Sudah diperhitungkan oleh para ahli nuklir, bahwa untuk membinasakan 7 milyar populasi penduduk dunia hanya diperlukan sekitar 100 hulu ledak nuklir. Artinya untuk menciptakan suasana yang menyerupai kiamat atau pralaya seperti diceritakan di hampir seluruh kitab suci agama umat manusia, tinggal suruh saja kepada pemerintah Israel untuk melepas separuh dari total hulu ledak yang Ia miliki ke bumi —negara-negara lainnya cukup menonton saja.

Pastilah tidak ada satu pun umat manusia di dunia yang menginginkan kiamat terjadi —apalagi yang diakibatkan oleh sesat pikir manusia dalam memanfaatkan energi nuklir. Dalam hal ini saya setuju pendapat Fidel Castro, bahwa sebaiknya seluruh persenjataan nuklir yang ada di dunia dilucuti. Energi nuklir hanya dipergunakan untuk keperluan-keperluan non militer, seperti: energi listrik, medis, ilmu pengetahuan, pertanian, dsb.

Namun, di atas semuanya, akan jauh lebih baik jika ramalan tentang Perang Dunia III tidak terwujud, tidak hanya untuk abad 21 ini, tetapi kalau bisa: untuk selama-lamanya usia peradaban bumi manusia. Dua Perang Dunia yang terjadi di paruh pertama Abad 20, dan perang-perang agresi antar negara di seluruh dunia paskanya, sudah lebih dari cukup (penderitaan yang dirasakan umat manusia).

Kita sedar sesedarnya, bahwa Perang Dunia I dan II dilandasi oleh pertarungan negara-negara imperialis untuk merebut pasar dan kekayaan alam di tengah krisis kapitalisme yang saat itu melanda Eropa dan Amerika. Ya, krisis kapitalisme selalu meminta penyelamatan berupa perang. Kini, kapitalisme kembali mengalami krisis di Amerika dan Eropa. Maka wajar negara-negara induk dari kapitalisme global menjadi semakin agresif (seolah ingin terus berperang), hingga tersingkaplah watak asli mereka— suatu tahapan tertinggi (V.I. Lenin) dari corak produksi yang sudah berusia 230 tahun (1780-2011) tersebut: imperialisme. (habis)

[1] Penulis adalah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bintang Reformasi (DPW PBR) Propinsi Bali
[2] Indonesia adalah salah satu anggota Dewan Gubernur IAEA, yang diangkat sejak September 2011 setelah dipilih secara aklamasi. Hanya sangat disayangkan dalam pengambilan keputusan untuk memberi sanksi (disetujui oleh 34 negara) terhadap Iran dalam resolusi Dewan Gubernur IAEA terakhir, Indonesia memilih posisi abstain (bersama 4 negara lainnya). Tidak memiliki keberanian dalam membela kebenaran dan melestarikan perdamaian dunia dengan menolak resolusi, seperti yang dilakukan negara-negara progresif anggota Dewan Gubernur lainnya semacam: Kuba, Ekuador, dan Russia.
SUMBER: http://www.lensaindonesia.com/2011/11/25/perang-kubu-as-israel-cs-v-kubu-rusia-iran-china-india.html

KUMPULAN DOA-DOA PILIHAN
Sekitar Persoalan Asyura
Rangkuman Artikel Islami Praktis dan Aktual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: