Kebangkitan Islam Awali Kehancuran Arogansi Dunia

Tanggal 13 Aban yang bertepatan dengan tanggal 4 November adalah peringatan pendudukan Kedutaan Besar Amerika oleh para mahasiswa revolusioner yang menyebut dirinya “Mahasiswa Pengikut Garis Imam Khomeini”. Pada hari ini di tahun 1979, para mahasiswa menguasai Kedubes AS yang pada hakikatnya menjadi pusat spionase Amerika terhadap Iran. Pendudukan ini sangat mencoreng citra Amerika di dunia. Langkah berani para mahasiswa Iran oleh Imam Khomeini ra disebut berhasil menundukkan kesombongan Amerika.

Langkah bersejarah itu menjadi bukti bahwa Amerika dengan segala alat propaganda yang dimilikinya, ternyata tidak mampu menghadapi kehendak rakyat yang bersatu. Lima tahun setelah peristiwa itu, Amerika terpaksa meninggalkan Lebanon dan hari-hari ini masyarakat internasional sedang membicarakan penarikan mundur pasukan Amerika dari Irak. Barack Obama, Presiden Amerika secara transparan mengatakan bahwa pasukan Amerika juga akan segera keluar dari Afghanistan. Keputusan ini jelas dampak dari semakin meluasnya Kebangkitan Islam di kawasan dan kekuatan Amerika sendiri dari hari ke hari semakin lemah. Hal itu dikarenakan kesombongan dan kekuasaan Amerika tengah menuju ke jurang kehancuran.

Ayatollah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pidatonya memperingati hari bersejarah 13 Aban menyebut hari ini sebagai Hari Melawan Imperialis. Beliau menilai keluarnya Amerika dari Iran secara terhina merupakan hasil dari resistensi Imam Khomeini menghadapi arogansi AS dan bantuan ilahi. Ditambahkannya, “Imam Khomeini ra, tokoh satu-satunya dalam sejarah Iran, menentang undang-undang Kapitulasi yang isinya memberikan kekebalan hukum warga Amerika di Iran. Akibat protes yang disampaikannya, Imam diasingkan ke luar negeri oleh antek-antek Amerika pada 13 Aban. Di masa pengasingan itu, Imam seorang diri dan tidak diiringi rombongan.

Sekalipun sendiri, hati bangsa Iran bersama Imam Khomeini. Tapi mereka membawa paksa Imam dari rumahnya dan diasingkan ke luar Iran seorang diri pada 13 Aban 1343 HS (1964). Namun 15 tahun setelah itu, generasi Imam, mahasiswa revolusioner pada 13 Aban menuju sarang spionase Amerika di Tehran dan mendudukinya. Kali ini yang diasingkan bukan Imam, tapi Amerika. Ya, Amerika diasingkan dari Iran. Perhatikan dengan cermat bagaimana perilaku dan dampak dari gerakan rakyat yang berlandaskan kehendak dan kekuatan ilahi.”

Pendudukan sarang spionase Amerika terjadi setahun pasca kemenangan Revolusi Islam dan kaburnya Shah dari Iran. Imam Khomeini ra menyebut aksi pendudukan itu lebih besar dari Revolusi Islam itu sendiri. Ayatollah Khamenei dengan mencermati pandangan Imam ini menyebut peristiwa itu sendiri harus dijadikan pelajaran. Menurut beliau, “Ketika sebuah bangsa bersiteguh melalui sebuah jalan yang benar dengan petunjuk yang benar dan arif, tidak ada kekuatan yang mampu menghadapinya. Kehendak bangsa Iran yang didasari Islam dan dituntun oleh Imam Khomeini mampu mengubah kemustahilan menjadi kemungkinan. Bendera kekuasaan zalim dan angkuh Amerika akhirnya dicerabut dari langit Iran dan terinjak-injak di bawah kaki para pemuda mukmin.”

Rahbar dalam pidatonya menyinggung kembali permusuhan kekuatan hegemoni tehadap Iran. Beliau mengatakan, “Selama 32 tahun ini, tidak ada waktu tanpa konspirasi anti-Iran dari kekuatan hegemoni yang dipimpin oleh Amerika dan Israel. Semua konspirasi ini bertujuan mengalahkan bangsa Iran, menggagalkan revolusi dan negara Iran. Namun dengan pertolongan ilahi dan tekad rakyat Iran, terutama para pemuda di setiap periode Iran berhasil mengalahkan konspirasi tersebut dan Amerika kembali menelan pil kekalahan.”

Jelas, permusuhan yang dilakukan oleh Amerika terhadap Iran tidak akan pernah berhenti dan tuduhan teroris yang dialamatkan kepada Iran masih dalam kerangka ini. Rahbar punya keyakinan bahwa tuduhan yang disampaikan ini bertujuan menyimpangkan perhatian dunia dari gerakan rakyat Occupy Wall Street di New York dan di seluruh kota di Amerika. Tuduhan itu berfungsi untuk mengurangi tekanan politik terhadap pemerintah Amerika.

Di bagian lain dari pidatonya, Rahbar mencibir skenario teroris ini dan menilai Amerika sebenarnya yang menjadi teroris hakiki. Dikatakannya, “Mereka membuat sebuah skenario lucu untuk menuduh Iran melakukan aksi teror tidak jelas, tidak logis dan salah. Siapapun saja yang mengetahui masalah ini pasti menolak dan mengecamnya. Mereka memakai isu ini sebagai alat untuk menuduh Iran dengan harapan dapat menyelamatkan dirinya dari problem yang melilitnya. Tidak cukup itu, mereka berusaha mempropagandakannya ke seluruh dunia demi menekan Iran. Mereka akan terus berusaha. Tujuannya menuduh seorang mujahid Republik Islam Iran, padahal mereka sendirilah yang teroris. Saat ini teroris terbesar di dunia adalah pemerintah Amerika.”

Melanjutkan pidatonya mengenai tuduhan Amerika, Rahbar menegaskan bahwa Iran memiliki 100 dokumen yang tidak dapat diingkari. Dokumen-dokumen ini menjadi bukti Amerika berada di balik seluruh teror dan pelakunya yang dilakukan di Iran atau di Timur Tengah. Sekaitan dengan hal ini, Ayatollah Khamenei mengatakan, “Kami akan mempermalukan Amerika di dunia dengan 100 dokumen ini. Kami akan mempermalukan negara yang mengaku pembela HAM dan penumpas terorisme di dunia kepada opini dunia, sekalipun saat ini juga mereka sebenarnya tidak punya kehormatan.”

Saat ini Amerika adalah rezim yang kalah total di Timur Tengah. Karena mereka mengirim tentaranya ke Irak dan Afghanistan dengan sejumlah harapan. Namun pertolongan Allah membuat mereka tidak dapat meraih tujuan yang diinginkan. Sekalipun demikian, tetap saja pemerintah penjahat ini telah membunuh ratusan ribu manusia tidak berdosa dan menghancurkan ekonomi Irak dan Afghanistan. Di sisi lain, mereka juga mengalami kerugian besar baik dari sisi finansial maupun jiwa. Selain itu, tentara Amerika yang bertugas di dua negara ini juga mengalami masalah kejiwaan yang parah. Rahbar mengatakan, “Setelah bertahun-tahun berusaha dengan biaya material dan manusia yang banyak, akhirnya Amerika harus meninggalkan Irak dan Afghanistan. Mereka terpaksa menerima kekalahan ini.”

Amerika juga mulai kehilangan satu persatu sekutunya di utara Afrika. Hosni Mubarak, Zine El Ebidine dan Muammar Gaddafi yang tadinya menjadi sekutu Barat dan Amerika telah ditumbangkan oleh kehendak rakyat. Amerika kini sudah tidak dapat mengembangkan senyuman munafiknya merayu rakyat yang sudah sadar. Menurut Rahbar, “Negara-negara arogan yang dipimpin Amerika selama puluhan tahun menggunakan rekayasa politik dan intelijen menjadikan negara-negara kawasan taat pada perintah mereka. Dengan demikian mereka menganggap tidak ada lagi penghalang untuk menguasai ekonomi, budaya dan politik dari kawasan strategis ini. Tapi gelombang pertama kebencian rakyat telah menyapu kawasan. Semua harus percaya bahwa sistem yang muncul dari revolusi ini tidak akan menerima perimbangan memalukan yang dipaksakan Barat. Geografi politik kawasan ini akan mengarah sesuai dengan kehendak rakyat, kemuliaan dan kemerdekaan mereka.”

Saat ini Amerika telah merasakan kelemahannya. Bahkan dapat dikata hanya patung Liberty yang tidak mampu mendengar suara protes rakyat terhadap para pejabat Amerika. Teriakan melawan kezaliman dan tuntutan keadilan telah memenuhi telinga orang-orang kaya Amerika dan Israel. Para investor yang berada di puncak kekuasaan Amerika tidak mampu lagi mengembalikan rakyat ke rumah mereka, sekalipun dengan gas air mata. Sistem Kapitalisme Barat bak cermin yang retak perlahan-lahan dan akan hancur. Negara-negara Barat tidak mampu mencegah tragedi ini.

Ayatollah Sayid Khamenei mengatakan, “Barat, Amerika dan Zionis terlihat lemah dari sebelumnya. Masalah ekonomi, kegagalan bertubi-tubi di Afghanistan dan Irak, protes rakyat di Amerika dan negara-negara Barat yang semakin meluas, perjuangan dan pengorbanan rakyat Palestina dan Lebanon, kebangkitan rakyat di Yaman, Bahrain dan di negara-negara lain yang sebelum ini berada di bawah pengaruh Amerika dan semua ini membawa pesan gembira bagi umat Islam, khususnya negara-negara revolusioner baru.”

Di akhir pidatonya Rahbar memberikan kabar gembira mengenai musnahnya kezaliman dan kesombongan. Beliau mengatakan, “Amerika mungkin saja menumpas rakyatnya, tapi api tidak akan pernah padam. Dunia tengah melewati jalur yang lain. Ketahuilah, dengan bantuan dan pertolongan Allah, perjuangan membela kebenaran di hadapan kebatilan, thagut, firaun dan firaun hegemoni telah dimulai dan dipelopori oleh bangsa Iran dengan bendera Islam.”(IRIB Indonesia)

HADIS DAN MUTIARA HIKMAH
KUMPULAN DOA-DOA PILIHAN
DOA-DOA HARIAN: AHAD-SABTU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: