Ancaman Besar Bagi Amerika

Memburuknya kondisi ekonomi AS memicu gelombang protes rakyat yang semakin deras di Negeri Paman Sam itu terhadap kebijakan Gedung Putih. Lebih dari sebulan, aksi Occupy Wall Street bukannya kian surut, bahkan semakin mendapat simpati dari warga AS dan publik dunia.

Isu yang paling santer diangkat para pengunjuk rasa adalah ketimpangan sosial. Mereka mengkritik distribusi kekayan yang tidak adil di AS. Pendiri Global Exchange, Kevin Danaher menilai distribusi kekayaan di Amerika Serikat saat ini sangat pincang. “Satu persen keluarga terkaya di AS menguasai kekayaan lebih 90 persen rakyat,”tegasnya.

Seraya Mengkritik belanja militer AS yang sangat besar, Danaher menyebut senjata militer modern tidak efektif untuk melindungi keamanan nasional AS.

“AS menghabiskan hampir satu triliun juta dolar pertahun untuk anggaran militer guna melawan tank Soviet di Eropa Timur. Namun kini, hal itu bukan ancaman lagi,” tambah Danaher.

Departemen Keuangan AS dalam laporan terbaru yang dikeluarkan akhir September mengungkapkan bahwa utang luar negeri Negeri Paman Sam itu menembus $14,3 triliun. Depkeu AS memprediksi utang negara itu akan menembus $20 triliun pada tahun 2015.

Para analis menilai lonjakan kenaikan utang negara itu disebabkan membengkaknya anggaran militer untuk membiaya perang di Irak dan Afgahanistan.

Riset yang dilakukan Universitas Brown menyebutkan bahwa perang Irak dan Afghanistan menelan anggaran mencapai $1,26 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak $798 milyar untuk mendanai perang Irak, dan $461 milyar untuk kepentingan perang Afghanistan.

Sejak Obama menjadi Presiden AS, anggaran perang Afghanistan meningkat pesat dari $59,5 milyar pada tahun 2009 menjadi 122 milyar di tahun 2011.

Kepercayaan perusahaan terhadap perekonomian AS turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir.Para pemimpin perusahaan di Negeri Paman Sam itu memprediksi krisis akan terus berlanjut.

Di tengah krisis ekonomi dalam negeri yang semakin memburuk dan lonjakan tingkat pengangguran, gerakan anti-Wall Street sebagai gerakan “revolusi nilai-nilai global” yang menuntut keadilan sosial, terutama kesenjangan sosial yang menganga di negara yang mengklaim sebagai model perekonomian dunia itu.

Saat ini semakin banyak jumlah orang Amerika yang percaya bahwa Partai Republik maupun Partai Demokrat tidak mampu mengatasi masalah utama yang melanda AS, karena kedua kubu itu telah terjebak dalam kepentingan lingkaran uang yang tidak pernah serius mengatasi ketimpangan sosial sebagai akar persoalan yang melilit negara itu.(IRIB Indonesia/PH)

HADIS DAN MUTIARA HIKMAH
KUMPULAN DOA-DOA PILIHAN
DOA-DOA HARIAN: AHAD-SABTU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: