Rahbar: Tak Lama Lagi Amerika Tak Populer di Eropa

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Ahad kemarin (07/8) menerima para pejabat negara dalam sebuah acara penuh khidmat. Dalam pertemuan itu Rahbar menekankan dua poin penting terkait peningkatan kebangkitan Islam di Timur Tengah dan kondisi sensitif yang ada saat ini. Berpatokan pada dua hal itu, Rahbar kemudian mengajak para pejabat negara untuk menganalisa kondisi yang ada lebih realistis.

Dalam pidatonya, selain menjelaskan posisi menonjol Republik Islam Iran di tengah-tengah kondisi yang ada, beliau juga mengingatkan satu kenyataan bahwa rakyat Iran telah membuktikan mampu mengontrol segala bentuk ancaman yang ada selama 32 tahun. Ancaman terhadap bangsa dan negara Iran mencakup segala bidang, mulai dari politik, intelijen, militer, ekonomi dan budaya. Tujuan dari semua ini tentu saja untuk menumbangkan Republik Islam Iran yang menjadi akar dari kebangkitan Islam di Timur Tengah. Segala konspirasi yang dilancarkan terhadap Iran ternyata tidak mampu berbuat apa-apa berkat kepercayaan kuat yang terjalin antara rakyat dan para pejabat. Rahbar menyebut kekuatan ini sebagai kekuatan utama Republik Islam Iran.

Kekuatan utama ini menurut Rahbar mampu membuat Iran menghasilkan kemajuan dan melanjutkannya hingga saat ini di tengah-tengah situasi dimana Iran diembargo Barat. Kemajuan yang berhasil diraih Iran berkat saling percaya antara rakyat dan pejabat pemerintah dapat disaksikan di segala bidang sains seperti teknologi nuklir sipil dan produksi beragam sel punca. Keberhasilan Iran ini mampu membuktikan kredibilitas Iran di kancah internasional. Selain itu, kejayaan dan pengaruh Iran semakin meningkat, sementara pada saat yang sama kebencian terhadap Amerika semakin memuncak di Timur Tengah dan dunia.

Oleh karenanya, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyebut masalah utama Eropa kembali pada dominasi kekuatan Amerika dan Zionis Israel atas kebijakan negara-negara Eropa. Menurut Rahbar, bila Eropa memahami benar masalah ini, sudah barang tentu popularitas Amerika di Eropa langsung anjlok dan tidak lama lagi hal itu akan terjadi.

Mencermati masalah ini, musuh-musuh bangsa Iran berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan Republik Islam Iran. Bila tujuan ini tercapai, berarti mereka berhasil mencegah Iran menjadi teladan bagi negara-negara lain. Cara yang dipakai oleh musuh Iran juga beragam. Mulai dari perang lunak, buat fitnah internal, perketat sanksi ekonomi dan Islamphobia adalah alat yang dipergunakan oleh kekuatan-kekuatan besar untuk melemahkan Republik Islam Iran.

Dalam kondisi yang demikian, Rahbar menekankan kepada para pejabat negara bahwa kelaziman fleksibilitas kemajuan Iran ada pada analisa realistis para pejabat melihat kondisi saat ini dan mencari tahu poin lemah dan negatif. Rahbar menyebut masalah pengangguran, inflasi, ketegangan politik, lupa semangat jihad ekonomi dan lalai akan serangan budaya sebagai poin-poin negatif. (IRIB/SL/NA)

CAHAYA HIKMAH RAMADHAN
CAHAYA HIKMAH TWITTER 
@CahayaHikmah12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: