Protes Saudi atas Suriah Lucu Tapi Serius

Rezim Saudi menarik duta besarnya yang ditempatkan di Suriah dengan dalih memprotes “kekerasan” di negara ini. Pada saat yang sama, Rezim Saudi mencampuri urusan dalam negeri Bahrain denngan menggunakan cara militer. Sikap Arab Saudi merupakan bukti dualisme rezim ini dalam menyikapi kebangkitan rakyat di Timur Tengah.

Raja Abdullah mengerahkan mobil lapis baja ke Bahrain untuk mendukung penumpasan brutal terhadap para pengunjuk rasa di negara ini. Namun pada saat yang sama, Raja Abdullah dalam sebuah pernyataan hari Ahad (7/8/2011) yang dikutip BBC mengklaim bahwa kekerasan di Suriah tidak dapat diterima.

Raja Abdullah mengaku sengaja mengambil kebijaksanaan tersebut dalam menyikapi pemerintah Suriah, sebelum terlambat. Demikian pernyataan Arab Saudi yang dikutip BBC.

Oposisi menuduh pasukan keamanan Suriah berada di balik pembunuhan, namun pemerintah menyalahkan kekerasan mematikan diprakarsai pihak-pihak asing.

Terkait Suriah, Rezim Saudi berusaha mengambil sikap keras dan memperingatkan negara ini. Namun pada saat yang sama, Rezim Saudi secara terang-terangan mengabaikan tuntutan rakyat untuk pemerintahan demokratis di Tunisia dan Yaman dengan melindungi diktator Tunisia digulingkan, Zine El Abidine Ben Ali, dan diktator Yaman, Ali Abdullah Saleh, yang terluka dalam serangan di kompleks presiden pada tanggal 3 Juni lalu. Bahkan hingga kini, kedua diktator itu masih berlindung di Saudi.

Sementara itu, Rezim Saudi dengan dukungan militer dari pemerintah Inggris menjadi negara yang dijadikan sebagai salah satu pangkalan militer terbesar dan kunci Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.

Pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Al-Muallem, mengumumkan bahwa negara ini akan menyelenggarakan pemilihan parlemen yang bebas dan transparan pada akhir tahun. Presiden Suriah Bashar al-Assad, juga mengeluarkan dekrit pada hari Kamis (4/8/2011) yang isinya menyetujui sistem multi partai politik di negara Timur Tengah.

Suriah dilanda kerusuhan dalam beberapa bulan terakhir. Berbagai demonstrasi baik menentang maupun mendukung pemerintah ini, terus mengalir di negara ini.

Menurut data yang ada, ratusan warga tewas dalam beberapa demonstrasi berubah menjadi bentrokan bersenjata antara demonstran dan pasukan keamanan. Laporan di lapangan juga menunjukkan bahwa bentrokan itu dipicu oleh sekelompok geng yang dpersenjatai oleh pihak-pihak asing. Dua pengiriman senjata secara terpisah terungkap pada hari Ahad (7/8/2011). Menurut laporan tersebut, pengiriman senjata itu dilakukan oleh fraksi-fraksi Lebanon yang anti-Suriah. (IRIB/PressTV/AR)

CAHAYA HIKMAH RAMADHAN
CAHAYA HIKMAH TWITTER 
@CahayaHikmah12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: