Standar Ganda Barat: Lempar Batu Sembunyi Tangan

Ali Akbar Salehi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dalam konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Republik Benin, Nassirou Arifari Bako menyampaikan kritikannya terhadap standar ganda Barat. Salehi mengatakan, “Sebagian negara-negara memanfaatkan masalah hak asasi manusia dan teroris sebagai alat diplomasinya.”

Menlu Salehi dalam konferensi pers yang dilakukan Sabtu kemarin (06/8) di Tehran menjelaskan bahwa sebagian negara mempolitisasi masalah HAM dan terorisme untuk menciptakan kontroversi. Padahal negara-negara itu sendirilah yang menumbuhkan terorisme, tapi pada saat yang sama mengaku ingin memberantas terorisme dan melindungi hak asasi manusia.

Sekaitan dengan standar ganda Barat ini, Salehi memberikan satu contoh pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Barat di benua Afrika. Di Senegal ada sebuah penjara dimana Barat memasukkan sejumlah orang sebagai budak untuk dijual ke Amerika. Masalah itu terjadi sepuluh tahun lalu. Menlu Iran juga mengingatkan pembantaian rakyat Afghanistan dan Irak, begitu juga penyiksaan di penjara Abu Ghraib dan Guantanamo oleh militer Amerika. Pertanyaannya, apakah perbuatan itu bukan pelanggaran hak asasi manusia?

Slogan pemberantasan terorisme yang diusung Amerika ternyata diterapkan dengan standar ganda. Berdasarkan slogan ini, Amerika memberikan definisi tidak realistis tentang terorisme dan kemudian memaksakan pelbagai krisis atas kawasan. Barat dengan tujuan politik dan pembagian yang dibuat-buat sendiri mengenai adanya terorisme baik dan buruk berusaha menyimpangkan opini publik agar tidak memahami akar dari terorisme itu sendiri. Menurut Barat, perlawanan bangsa Palestina menghadapi rezim penjajah Zionis Israel disebut terorisme berbahaya. Tapi kejahatan tak manusiawi Israel di Gaza, blokade, pembantaian dan aksi teror terhadap rakyat dan para pejuang Islam di Lebanon dan Palestina disebut upaya membela diri.

Para pejabat Amerika sering menuduh pihak lain mendukung terorisme. Sementara pada saat yang sama mendanai kelompok-kelompok teroris untuk menghancurkan kedaulatan dan keamanan negara-negara di Timur Tengah. Perilaku Amerika ini bak pepatah yang mengatakan “lempar batu sembunyi tangan”.

Sekaitan dengan masalah hak asasi manusia, Republik Islam Iran senantiasa mengajak dunia internasional bekerjasama mencari solusinya. Sikap Iran tidak berbeda dengan masalah terorisme maupun isu-isu yang lain. Bagi Iran, masalah-masalah ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh negara dan lembaga-lembaga internasional. Kritik yang disampaikan oleh Ali Akbar Salehi secara tepat menunjuk pada poin penting ini. (IRIB/SL/NA)

CAHAYA HIKMAH RAMADHAN
CAHAYA HIKMAH TWITTER 
@CahayaHikmah12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: