Patrick Seale: Barack Obama Pecundang Iran

Patrick Seale, penulis, wartawan dan pengamat Inggris masalah Timur Tengah menulis sebuah artikel yang dirilis situs BBC. Dalam tulisannya, Seale menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) sebagai pecundang Republik Islam Iran.

“Permusuhan dengan Iran merupakan kesalahan terbesar dan kekalahan total pemerintah Barack Obama,” ungkap Seale. Ditambahkannya, semua orang mengetahui bahwa Obama dengan mudah tunduk pada kebijakan arogan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, lobi Zionis, kubu Konservatif dan Kongres.

Ditandaskannya, Obama juga mengalami kekalahan lain saat menghadapi Iran. Saat memasuki Gedung Putih untuk pertama kalinya, Obama berjanji akan mencoba memperbaiki hubungan dengan Tehran, namun janji ini cepat sirna dengan kebijakannya yang arogan serta penjatuhan sanksi sepihak terhadap Iran.

Patrick Seale mengingatkan, Rezim Zionis Israel dan pendukungnya membentuk kubu anti Iran dan mempropagandakan bahwai Tehran ancaman bagi dunia. Ia menambahkan, Israel berulang kali secara transparan mengancam akan menyerang instalasi nuklir Iran. Untuk mensukseskan ancamannya tersebut, Tel Aviv mengerahkan segenap usahanya untuk menarik Washington memusuhi Tehran, seperti yang dilakukan kubu Neo Konservatif tahun 2003 dengan memanipulasi data sehingga mampu memaksa AS terlibat perang di Irak dan membuat Washington terpaksa menerima dampak negatif dari perang ini.

Penulis Inggris ini menambahkan, tujuan kubu Neo Konservatif selain Saddam Husein adalah memanfaatkan militer AS untuk memerangi Iran, Hizbullah, Suriah, Hamas. Bahkan menurutnya Mesir dan Arab Saudi juga tak luput dari rencana kubu Neo Konservatif AS.

Seraya mengisyaratkan propaganda anti Iran yang ditebar Israel, Seale mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir muncul berbagai laporan rencana Israel menyerang instalasi nuklir Iran. Ini sekedar klaim palsu untuk menekan AS agar melakukan tindakan terhadap Iran sehingga Tel Aviv terhindar dari agresi militer ke Tehran. Ia menekankan, mayoritas kalangan meyakini Israel berada di balik aksi teror terhadap para ilmuwan Iran. Di aksi teror tahun lalu, dua ilmuwan Iran tewas dan seorang lagi menderita lukan parah.

Oleh karena itu, wajar jika Iran memusuhi AS dan sekutu dekatnya, Israel, ungkap Seale. Menurutnya, langkah teroris seperti teror terhadap seseorang hanya mensukseskan rencana jarak pendek dan biasanya dampaknya tidak menguntungkan. Rakyat memiliki ingatan cukup lama dan kebencian tidak akan mudah dihilangkan.

Seraya mengisyaratkan senjata dan penimbunan senjata nuklir oleh Israel, Seale menekankan, Netanyahu dalam berbagai klaimnya terkait ancaman terhadap Iran telah melangkah terlalu jauh, karena Menteri Peperangan Ehud Barak mengakui bahwa Iran bukan ancaman bagi Israel.

Menyikapi transformasi terbaru di Suriah, Seale menekankan, dalam beberapa pekan terakhir transformasi di Suriah membankitkan semangat Israel untuk menghancurkan poros utama di kawasan, Iran-Hizbullah-Damaskus.

Dalam tulisannya, Seale juga mengisyaratkan kekalahan telak Israel dalam menghadapi perlawanan Hizbullah. Ia mengatakan, dosa Hizbullah adalah berani mengusir Israel pada tahun 2000 setelah 20 tahun menjajah Lebanon selatan dan pada tahun 2006 muqawama juga berhasil membendung agresi brutal Israel, sebuah peperangan yang menewaskan 1600 warga Lebanon. (IRIB/IRNA/MF)

CAHAYA HIKMAH RAMADHAN
CAHAYA HIKMAH TWITTER 
@CahayaHikmah12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: