Larijani: Amerika Lindungi Israel dengan Uang Saudi

Ali Larijani, Ketua Parlemen Republik Islam Iran dalam lanjutan lobi regionalnya terkait transformasi Timur Tengah, Selasa kemarin (31/5) mengirimkan pesan tertulis kepada Muhammad bin Mubarak al-Khalifi timpalannya dari Qatar.

Dalam pesannya, Larijani menyatakan kekhawatirannya atas berlanjutnya aksi kekerasan terhadap aksi demo damai rakyat di negara-negara regional. Larijani meminta diselenggarakannya pertemuan bersama yang dihadiri oleh ketua-ketua parlemen dari negara-negara Arab dan Islam guna mendukung kepentingan dunia Islam.

Dalam pesan tertulis Ali Larijani kepada ketua parlemen Qatar dijelaskan juga bahwa aksi-aksi kekerasan yang dilakukan terhadap demo-demo rakyat melanggar nilai-nilai Islam, moral, konvensi internasional dan hak sipil.

Kebangkitan rakyat dimulai dari utara Afrika dengan hasil tumbangnya para diktator seperti Zine El Abidine Ben Ali dari Tunisia dan Hosni Mubarak dari Mesir. Kini beberapa bulan dari tumbangnya para diktator di sejumlah negara seperti Libya, Yaman dan Bahrain terjadi gejolak yang sama. Rakyat di negara-negara ini menuntut dilakukannya reformasi dengan cara damai, tapi reaksi yang dilakukan oleh para penguasa ditumpahkan lewat aksi kekerasan.

Sekalipun demikian, transformasi di negara-negara Arab, tak terkecuali Bahrain merupakan urusan dalam negeri sebuah negara. Karena apa yang dilakukan rakyat lewat aksi unjuk rasa dilindungi oleh undang-undang di setiap negara tersebut. Sayangnya, sejumlah negara, khususnya Arab Saudi juga melakukan intervensi militer ke Bahrain yang membuat masalah yang terjadi di sana semakin kompleks.

Tak syak, Timur Tengah telah menyertakan variabel baru dalam perjuangan menuntut haknya dalam konstelasi politik internasional sangat mengganggu sejumlah negara, khususnya Arab Saudi. Itulah mengapa Riyadh yang sangat bergantung pada Barat, terutama Amerika masih tetap bungkam di hadapan kekuatan besar dunia. Sementara dunia tidak dapat melihat pemihakan Barat terkait transformasi Timur Tengah sebagai fenomena biasa. Karena masalah paling penting yang sangat mengkhawatirkan Amerika adalah kepentingan rezim Zionis Israel di kawasan. Bagaimanapun juga Washington akan tetap mempertahankan kepentingan Israel. Sementara sebagian besar biaya dari kebijakan ini harus ditanggung oleh Arab Saudi.

Sementara Republik Islam Iran mengamati transformasi kawasan dengan teliti dan tetap dengan prinsipnya mendukung setiap gerakan rakyat dan tuntutan legal rakyat. Sebagaimana yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi, setiap bentuk campur tangan asing atas keinginan rakyat dan pendudukan negara-negara lain bakal menciptakan ancaman serius bagi stabilitas keamanan regional dan internasional. Menlu Iran selama dua bulan terakhir melakukan lawatan ke sejumlah negara di kawasan dan menjelaskan secara transparan sikap Tehran terkait masalah ini. Di sini, pesan ketua parlemen Iran kepada timpalannya di Qatar masih satu paket dengan lobi-lobi Menlu Salehi. (IRIB/Sl/NA)

MUTIARA HIKMAH & MUTIARA CINTA

AMALAN DAN DOA PILIHAN

JASA PEMBUATAN WEBSITE TERPERCAYA DAN PROFESIONAL

One Response

  1. Apakah saudi tidak bisa melepaskan ketergantungan dengan amerika cs ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: