Surat Iran ‘Gebrak’ PBB

Wakil Tetap Republik Islam Iran di PBB, Mohammad Khazaee dalam surat resmi yang dilayangkan kepada Sekjen, Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB, mereaksi serius kejahatan terbaru rezim Zionis pada hari Nakbah.

Khazaee dalam suratnya menyinggung tanggungjawab publik dunia, seraya menegaskan bahwa organisasi internasional semacam PBB harus mengecam kejahatan Israel dan mengeluarkan resolusi untuk mengakhiri pembantaian rakyat tak berdosa di tangan rezim Zionis yang disokong sejumlah negara Barat terutama AS.

Warga Palestina menyebut 15 Mei 1948 disebut sebagai hari Nakbah, Hari Petaka. Karena pada waktu itu, rezim Zionis menduduki sebagian besar wilayah Palestina. Tidak tanggung-tanggung sekitar 700 ribu orang warga Palestina terlantar dan terusir dari tanah airnya sendiri.Tentara Israel juga mengosongkan sekitar 500 desa Palestina dan membangun distrik ilegal Zionis. Lebih dari 4,7 juta warga Palestina terlunta-lunta tidak bisa kembali ke tanah airnya selama lebih dari enam dekade.

Baru-baru ini, rezim Zionis melakukan kejahatan membantai puluhan pada hari Nakbah di perbatasan Lebanon, Ramallah dan Gaza serta dataran tinggi Golan. Lebih dari itu, masyarakat dunia pun berulangkali menyaksikan kejahatan terang-terang Israel. Namun ironisnya mengapa Dewan Keamanan bersikap bungkam menyikapi kejahatan Israel tersebut ?

Dewan Keamanan memiliki tanggungjawab besar menjaga keamanan dan stabilitas internasional. Namun lembaga internasional ini tidak berkutik menyikapi kejahatan rezim Zionis terhadap bangsa Palestina selama 63 tahun yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hak asasi manusia dan piagam PBB.

Ironisnya meski kejahatan Israel begitu terang-benderang, namun Dewan Keamanan tidak bersikap tegas terhadap Tel Aviv. Bahkan, Dewan Keamanan justru menjadi pendukung rezim ilegal itu.

Saking besarnya dukungan Dewan Keamanan terhadap Israel, Tel Aviv memperalat organ paling penting di tubuh PBB itu sebagai benteng pelindung Israel. Buktinya, Dewan Keamanan tidak mampu mengeluarkan sebuah resolusi lemah bagi Israel, karena akan diveto oleh AS. Meski demikian, di tengah ketidakadilan itu, semangat bangsa Palestina tidak pernah surut. Mereka menjadikan peringatan Hari Nakbah sebagai penyulut intifadah ketiga yang mengambil inspirasi dari revolusi Islam.

Sejatinya, pada peringatan Hari Nakbah ke-63 muncul dua perubahan besar di Timur Tengah. Pertama, mitos Israel sebagai rezim yang tak terkalahkan di kawasan telah runtuh. Kedua, Barat, terutama AS tidak bisa lagi mendiktekan ambisinya di kawasan. Mungkinkah ini tanda-tanda semakin dekatnya kemenangan Palestina. Seperti kata Quran, kebenaran itu akan muncul dan kebatilan akan binasa!(IRIB/PH/NA)

AMALAN DAN DOA PILIHAN

JASA PEMBUATAN WEBSITE TERPERCAYA DAN PROFESIONAL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: