Osama, Produk Usang AS dan Barat

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyebut kematian pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden sebagai sebuah kemenangan bagi negaranya. Padahal, rekam jejak aktivitas Osama menunjukkan bahwa ia adalah produk dua instansi pendidikan, Wahabi Arab Saudi dan Dinas Intelijen AS, Inggris dan Pakistan.

Osama bin Mohammed bin Awad bin Laden yang lahir pada tahun 1957 di Riyadh adalah seorang warga negara Arab Saudi dan anggota keluarga Bin Laden, pendiri dan pemimpin kelompok teroris Al Qaeda. Steve Coll, pemenang hadiah sastra Pulitzer dalam bukunya, Bin Laden Family menulis, “Keluarga ini memiliki kekuasaan dan pengaruh di Arab Saudi dan punya hubungan khusus dengan keluarga kerajaan Saudi.”

Setelah meninggalkan kuliah pada tahun 1979, Osama bergabung dengan mujahidin Afghanistan untuk melawan invasi Soviet di negara itu. Dari tahun 1979-1989 di bawah Presiden Jimmy Carter dan Ronald Reagan, CIA menyediakan bantuan finansial, senjata dan pelatihan secara terbuka dan rahasia kepada mujahidin Afghanistan dan Osama untuk melawan Soviet. Presiden Reagan bahkan sering memuji mujahidin Afghanistan sebagai pejuang kebebasan.

Al Qaeda sendiri didirikan pada tahun 1988 dengan tujuan memerangi tentara Soviet di Afghanistan. Organisasi ini mendapat dukungan dari pemerintah Amerika dan Pakistan. Namun pasca kekalahan Soviet, Osama kembali ke Arab Saudi. Invasi Irak ke Kuwait pada tahun 1990 telah menempatkan kerajaan Saudi dalam risiko, lalu Osama bertemu dengan Raja Fahd dan memintanya untuk tidak bergantung pada bantuan non-Muslim. Ia menawarkan pasukan mujahidinnya untuk membela Arab Saudi, namun usulan itu ditolak. Setelah monarki Saudi mengundang penggelaran pasukan AS di wilayah Saudi, Osama secara terbuka mengecam pemerintah Saudi.

Sejak tahun 1992, pemerintah AS mulai mengesankan bahwa Osama dan jaringan Al Qaeda menargetkan militer Amerika yang bertugas di Arab Saudi dan Yaman, serta satuan militer yang ditempatkan di Tanduk Afrika, termasuk Somalia. Kini, Washington melalui konspiranya menuding Al Qaeda bertanggung jawab atas serangkaian aksi teror dan peristiwa 11 September. Padahal sebelum itu, pemerintah AS memanfaatkan organisasi tersebut untuk melawan pendudukan Soviet demi membendung pengaruh Komunis.

Namun harus diakui, Al Qaeda dan Osama telah menjadi sarana bagi banyak pihak untuk mencoreng citra Islam dan kaum Muslim. Pada hakikatnya, Al Qaeda telah membuka jalan bagi pihak-pihak yang sejak awal ingin merusak citra Islam melalui pengaitan ajaran Islam dengan terorisme.

Saat ini ketika isu keamanan menjadi perhatian utama rakyat AS, Obama memanfaatkan keberhasilan tim keamanannya untuk mempengaruhi opini publik, sebagai persiapan pemilu mendatang. Meski kematian Osama tidak akan menyelamatkan pasukan pimpinan AS di Afghanistan, tapi setidaknya bisa memperbaiki citra Obama yang anjlok akibat berbagai krisis. (IRIB/RM/NA)

AMALAN DAN DOA PILIHAN

JASA PEMBUATAN WEBSITE TERPERCAYA DAN PROFESIONAL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: