SBY Mau Digoyang Purnawirawan TNI

Televisi Al Jazeera, edisi Selasa 22 Maret 2011 merilis laporan soal adanya manuver sejumlah purnawirawan jenderal untuk menggulingkan pemerintah dengan memanfaatkan kelompok agama garis keras. Lantas apa reaksi pemerintah soal berita yang dirilis televisi Qatar ini ?

Ditemui di Jakarta Convention Center, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menyatakan pemerintah tak terganggu dengan munculnya isu kudeta. Pemerintah, kata Djoko, juga tak akan mengambil sikap atas kabar ini. “Mengganggu siapa, saya enggak merasa terganggu,” kata Djoko di Jakarta Convention Center, Rabu 23 Maret 2011.

Seperti diketahui, media Al Jazeera, Selasa 22 Maret 2011, menurunkan pemberitaan tentang purnawirawan yang secara rahasia mendukung kelompok Islam garis keras, termasuk merancang penyerangan oleh 1.500 orang terhadap warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Dalam kasus ini, tiga anggota Ahmadiyah tewas. Diduga kuat, kata Al Jazeera, penyerangan ini sistematis.

Djoko enggan menanggapi pemberitaan itu, meski ia mengaku sudah mengetahui isu tersebut sejak beberapa hari lalu. “Saya mendengar berita dan informasi itu seminggu (atau) 10 hari lalu. Yah, tanya ke mereka yang namanya disebut,” katanya.

Menurut Djoko, tidak perlu langkah yang berlebihan menyikapi isu tersebut. Sebab, demokrasi sudah jelas jalan dan aturannya. “Kita kan sudah mengembangkan demokrasi di negara kita,” katanya.

Tahapan demokrasi, ia menegaskan, sudah ditentukan dan diatur dalam undang-undang sebagai kesepakatan bersama dalam meneruskan tahapan-tahapan demokrasi dengan DPR melalui platform politik. “Kita ikuti saja tahapan demokrasi itu. Demokrasi kita menuju kematangan. Jadi, kalau di sana-sini masih ada yang kurang, kita ikuti proses itu,” ujar Djoko.

Lain lagi reaksi yang ditunjukkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Ia mengaku belum pernah mendengar adanya rencana sejumlah purnawirawan jenderal TNI, yang ingin menggulingkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan menggunakan kelompok Islam garis keras. Menurut dia, rencana itu tidak boleh ada.

“Tidak pernah kita (pemerintah) mendengar rencana itu. Tidak pernah ada laporan yang masuk ke kita soal adanya kudeta,” kata Purnomo di sela acara Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) di Jakarta Convention Center, Rabu 23 Maret 2011.

Namun demikian, pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan. Yakni dengan menggunakan perangkat keamanan untuk memerinci kebenaran informasi tersebut. Purnomo juga memastikan pemerintah akan menghadapi rencana itu dengan kekuatan militer. “Kalau ada (kudeta) akan kita hadapi,” ujarnya.

Purnomo menilai pemberitaan akan adanya kudeta yang dimotori sejumlah pensiunan jenderal itu tidak benar. Karena itu, pemerintah belum akan mengambil tindakan. Ia menuding informasi itu menyesatkan seperti halnya informasi dari WikiLeaks soal Presiden Yudhoyono yang menyalahgunakan kekuasaan. Soal berita Al Jazeera ini, menurut Purnomo, pemerintah akan melakukan klarifikasi.

Karena, hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi soal adanya rencana kudeta tersebut. “Kita punya data, punya informasi,” katanya. Informasi itu berasal dari Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan, Badan Intelijen Negara, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. “Ada mata dan telinga kita. Sementara ini tidak ada yang mengarah ke situ (kudeta).”

Pimpinan Gerakan Reformasi Islam (Garis), Chep Hernawan mengklaim telah mempersiapkan massa dalam jumlah besar untuk aksi demonstrasi besar-besaran yang akan digelar 20 Mei 2011 mendatang. “Kita ingin sesuai dengan momentum hari Kebangkitan Nasional,” ujar Chep ketika dihubungi hari ini, Rabu 23 Maret 2011.

Dia mengklaim massa akan didatangkan dari berbagai penjuru di Indonesia. Bahkan ia yakin dapat mengumpulkan jutaan umat Islam ke Jakarta. “Aksi kita akan berjalan mulai dari bundaran Hotel Indonesia hingga Monas depan Istana,” ujarnya.

Selain meminta dukungan dari umat Islam, Garis juga akan menghubungi anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk meminta dukungan atas rencana aksi mereka yang ingin menggulingkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Rencana itu, menurut Chep, akan dilakukan karena Presiden SBY dinilai tidak becus mengurus pemerintahan. Berbagai permasalahan seperti kasus Bank Century, kriminalisasi pimpinan KPK Bibit-Chandra, kemiskinan dan korupsi yang belum terselesaikan menjadi pendorongnya.”Sekarang ada isu Ahmadiyah yang ternyata direspon semua umat, itu bisa untuk gulingkan SBY,” kata Chep.

Namun apabila SBY bersikap tegas dengan membubarkan Ahmadiyah, kata Chep, akan menjadi lain cerita. Garis, kata dia, “Siap mengawal SBY terus kalau membubarkan Ahmadiyah.” “Tapi kalau tidak, dia (SBY) harus turun.”

Juru Bicara Front Pembela Islam, Munarman enggan memberikan komentar mengenai rencana penggulingan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya belum bisa berkomentar,” ujarnya ketika dihubungi Tempo, Rabu 23 Maret 2011.

Seperti diberitakan sebelumnya, situs berita Al Jazeera 22 Maret 2011 menyebutkan adanya rencana pembentukan pemerintahan baru yang menggantikan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Rencana itu bahkan telah membuat sederet nama orang yang akan mengisi kursi kepemimpinan. Nama-nama seperti Habib Riziq Shihab ketua Front Pembela Islam didapuk sebagai kepala negara, Dien Syamsudin, ketua PP Muhammadiyah disebut sebagai ketua DPRS/MPRS.

Tidak ketinggalan, nama Munarman juga turut masuk dalam daftar tersebut.Dalam daftar itu Munarman ditulis menjadi calon Menteri Pertahanan dan Keamanan. Ketika kembali didesak mengenai keterlibatan dirinya, Munarman lagi-lagi menampiknya. “Di cek lagi saja itu beritanya,”tutupnya.

Sementara itu, Pimpinan Gerakan Reformasi Islam, Chep Hernawan ketika dihubungi terpisah membenarkan adanya rencana pemakzulan pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono. “Bubarkan Ahmadiyah atau turunkan SBY,”ujar Chep.

Rencana itu katanya diakibatkan oleh ketidakbecusan SBY dalam mengurus pemerintahan. Berbagai permasalahan seperti kasus Bank Century, kriminalisasi pimpinan KPK Bibit-Chandra, kemiskinan dan korupsi yang belum terselesaikan menjadi pendorongnya. “Sekarang ada isu Ahmadiyah yang ternyata direspon semua umat, itu bisa untuk gulingkan SBY,”kata Chep.

Apabila SBY bersikap tegas dengan membubarkan Ahmadiyah,lanjut Chep, akan menjadi lain cerita. Garis, katanya lagi, “Siap mengawal SBY terus kalau membubarkan Ahmadiyah, tapi kalau tidak dia harus turun,”tandasnya. (IRIB/Tempiinteraktif)

Download eBook Amalan Praktis dan Doa Pilihan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: