Reaksi Saudi Atas Kritikan Ahmadinejad

Saud Al-Faisal adalah politisi cerdik. Ia sering lebih memilih untuk menghapus persoalan ketimbang menjawab atau membela diri dari tuduhan yang dilontarkan.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi ini juga menggunakan cara yang sama dalam mereaksi pernyataan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad beberapa waktu lalu.

Berbicara tentang kebijakan Arab Saudi di Yaman dan pembunuhan terhadap kelompok Al-Houthi di negara Muslim itu, Ahmadinejad mengatakan, “Diharapkan Arab Saudi berperan sebagai ayah atau saudara tua dalam pertengkaran keluarga di Yaman. Membantu menyelesaikan masalah secara damai dan bersahabat bukannya ikut berperang serta menggunakan artileri, bom, dan senjata otomatis terhadap kaum Muslim.

Namun jawaban Al-Faisal cukup menarik, bahkan bagi masyarakat Arab Saudi sendiri yang sebelumnya berpendapat bahwa serangan Arab Saudi itu karena kelompok Al-Houthi melanggar perbatasan Arab Saudi dan demi menjaga stabilitas negara atau bahkan dalam upaya membantu pemerintah Yaman.

Al-Faisal menyatakan, “Memangnya kami berperang dengan Al-Houthi? Berdasarkan apa Ahmadinejad mengatakan ini. Bahkan kelompok Al-Houthi sendiri tidak menyatakan bahwa Arab Saudi berperang dengan mereka!”

Arti lain dari pernyataan Al-Faisal itu adalah: “Bombardir dan serangan udara ke wilayah berpopulasi Syiah di Yaman, yang disaksikan oleh masyarakat dunia dalam beberapa bulan terakhir, tak lebih dari mimpi belaka. Arab Saudi bahkan tidak menembakkan satu peluru pun ke arah Yaman! Jika kalian tidak tidak percaya, kalian dapat menanyakannya langsung kepada Al-Houthi sendiri, tentu mereka akan mengatakan bahwa kerabat dan keluarga mereka meninggal dunia karena wabah virus H1N1.”

Al-Faisal mengemukakan pernyataan itu di saat pada 7 Desember 2009 lalu, Jurubicara Al-Houthi, Muhammad Abdussalam, secara resmi menyatakan bahwa militer Arab Saudi membombardir kota Saqain dan Madhab, dua kota yang jauh dari medan pertempuran. Ratusan warga termasuk anak-anak dan perempuan tewas dalam serangan tersebut.

Al-Faisal lupa, tidak tahu, atau “mbalelo” terhadap statemen Kementeri Pertahanan Arab Saudi tertanggal 26 November 2009, yang menyebutkan tewasnya sembilan tentara Arab Saudi dalam bentrokan dengan kelompok Al-Houthi.

Bagaimana pula dengan Palang Merah Internasional yang menyatakan memerlukan tenda lebih banyak untuk menampung para pengungsi akibat serangan masif Arab Saudi.

Tentu jika terbuka opsi “piknik” untuk aktivitas Palang Merah Internasional tersebut, Al-Faisal tidak akan menyianyiakan opsi tersebut untuk mengelak dari inti persoalan.

Andai saja Al-Faisal dan para penguasa Arab Saudi sedikit memperhatikan sisi kemanusiaan dan keislaman mereka daripada melontarkan alasan konyol menjustifikasi aksi mereka di Yaman. Andai pula para penjaga amanat kesucian Mekkah dan Madinah itu terjun sebagai penengah dan pendamai di Yaman. Mereka lupa akan balasan pedih Allah swt. Sumber: (IRIB)

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://www.alfusalam.web.id
http://shalatdoa.blogspot.com

Info Peluang Usaha dan Bisnis
http://www.tokoku99.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: