Misteri Putri Osama dan Diplomasi Iran-Arab Saudi

Kantor Berita Indonesia Antara hari ini (Ahad, 03/1) menurunkan berita dengan judul Saudi Minta Iran Izinkan Putri Osama Pergi. Disebutkan oleh Antara, Arab Saudi, Sabtu, mendesak Iran agar mengizinkan seorang putri Osama bin Laden, yang melarikan diri dari tahanan rumah dan berusaha berlindung di Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran, untuk meninggalkan negara Persia itu jika dia mau.

Kronologi keberadaan putri Osama sebagaimana dilansir Antara sebagai berikut, Iman bin Laden dan lima saudaranya ditahan di Teheran sejak serbuan pimpinan AS terhadap Afghanistan pada 2001, demikian laporan harian Arab Saudi, Asharq Al-Awsat, pada Desember. Iman (17) melarikan diri selama perjalanan yang langka ke luar negeri pada November dan pergi ke kedutaan tersebut, kata surat kabar itu.

Sementara sikap para pejabat Arab Saudi yang dikutip Antara menyebutkan, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Saud al-Faisal mengatakan pada suatu taklimat di Riyadh bahwa Iman mesti diperkenankan meninggalkan Iran. “Kami menganggap ini murni sebagai masalah kemanusiaan dan kami mengadakan pembicaraan dengan pemerintah Iran untuk memperlakukan masalah itu sebagaimana adanya dan memberi pilihan untuk pergi bagi gadis tersebut,” katanya. Asharq Al-Awsat, milik sepupu Pangeran Saud, telah melaporkan bahwa Kedutaan Besar Arab Saudi telah memberi Iman surat izin perjalanan sementara guna memungkinkan dia kembali ke Arab Saudi.

Menariknya, semua sumber berita ini bermula dari surat kabar Asharq Al-Awsat yang dikutip oleh Antara. Dan lagi-lagi ini bukan berita baru tapi sudah lebih dari sepekan. Sebelum menjelaskan kebijakan Tehran soal ini ada baiknya kita menelusuri jejak pendirian koran ini.

Selayang Pandang Asharq Al-Awsat
Dinasti Al Saud sejak dekade 70-an terus-menerus berpikir untuk mendirikan jaringan besar media dan propaganda mereka. Hasil pertama dari proyek besar ini diaplikasikan pada tahun 1978 dengan mendirikan koran lintas regional bernama Asharq Al-Awsat. Koran ini memainkan peranan penting sebagai induk segala media yang berafiliasi pada keluarga Al Saud. Selama 30 tahun mendirikan koran Asharq Al-Awsat Dinasti Al Saud tidak tinggal diam, tapi pro aktif mendirikan sejumlah koran dan televisi, namun posisi Asharq Al-Awsat tetap menjadi pemimpin media dinasti Arab Saudi ini.

Surat kabar Asharq Al-Awsat didirikan pada tahun 1978 oleh Hisyam dan Muhammad Ali Hafiz. Abdurrahman Rashed penulis terkenal Arab Saudi untuk beberapa lama menjadi pimpinan redaksinya.

Tentu saja Arab Saudi saat mendirikan proyek media raksasa ini tidak punya pengalaman sama sekali dalam mengelola surat kabar. Dapat dikata akhir dekade 70-an, masa dimulainya para pangeran Saudi memasuki pasar media. Pada waktu itu hanya dua negara Arab; Mesir dan Lebanon yang atmosfir medianya dinamis. Sebagaimana diketahui bahwa tertutupnya budaya dan politik Arab Saudi membuat kerajaan ini sangat tidak kondusif untuk melakukan aktivitas media. Semua faktor ini ditambah berbagai masalah teknis seperti pengelolaan, sumber daya manusia dan pemasaran memaksa koran ini harus dikendalikan dari luar Arab Saudi. Akhirnya, tempat yang dipilih adalah Inggris.

Wajar bila langkah pertama Arab Saudi dalam memasuki dunia media dilakukan dengan tetap bertumpu pada pengalaman negara yang mengantar mereka ke tampuk kekuasaan. London dipilih sebagai kantor pusat Asharq Al-Awsat. Sejak awal embrio media terbesar Arab Saudi dibentuk dan dipatenkan sebagai perusahaan bersama Arab Saudi-Inggris. Hubungan media Arab Saudi dan Inggris tidak terbatas dalam kerjasama ini. Karena Asharq Al-Awsat dalam metode dan teknik pemberitaannya juga mengambil contoh Metropole London sebagai external service BBC. Kebijakan surat kabar Asharq Al-Awsat berdasarkan kebijakan yang dikeluarkan oleh BBC. Artinya mereka meliput masalah internasional, khususnya dunia Arab dan Timur Tengah dengan dibantu oleh tokoh-tokoh politik kalangan sekuler dan cendekiawan Timur Tengah.

Sebenarnya tidak terlalu muluk bila mengatakan bahwa proyek Asharq Al-Awsat merupakan tumpuan petualangan para pangeran yang ingin mencari popularitas. Terlebih lagi setelah melonjaknya devisa gila-gilaan Arab Saudi dari minyak yang membuat negara petro dolar ini mulai cenderung memperlebar sayapnya dengan mendirikan perusahaan dan berbagai media.

Salman bin Abdul Aziz, saudara Raja Abdullah dan Gubernur Riyadh berada di urutan teratas otak propaganda Kerajaan Arab Saudi. Ia gigih menyukseskan ide Korporasi Media Arab dan menyerahkan semua hal terkait Asharq Al-Awsat ke sebuah perusahaan bernama Saudi Research and Marketing yang beraktivitas di bawah pengawasannya, namun direktur pelaksananya berada di tangan Azzam bin Muhammad Al-Dakhil.

Mencermati sepak terjang Arab Saudi di sektor media, banyak analis yang menilai aktivitas mereka dalam menarik tokoh-tokoh untuk bergabung dengan mereka dan pengaruh yang dimiliki punya banyak kesamaan dengan kebijakan propaganda lobi-lobi Yahudi. Para pakar media yang dipakai oleh para pangeran Arab Saudi memanfaatkan pengalaman lobi Yahudi di sektor media demi mengontrol budaya dan pemikiran dunia. Bedanya, selain memiliki modal dan teknologi, kelompok kaya masyarakat Yahudi di Barat juga memiliki ketrampilan dan spesialisasi yang cukup untuk mengelola lembaga-lembaga legendanya. Selama beberapa dekade mereka mampu mengembangkan sumber daya manusia hebat di bidang ini mulai dari perfileman, pertelevisian hingga media cetak. Sementara para pengeran Arab Saudi tidak memiliki kemampuan di bidang ini baik pemikiran maupun pengalaman. Oleh karenanya mereka terpaksa bersandar pada dukungan dan tuntunan (baca: dikte) elit media Inggris.

Bantuan tak kenal lelah Inggris mampu mengangkat koran baru seperti Asharq Al-Awsat dan Al-Hayat menjajari koran-koran terkenal internasional dan diterbitkan langsung secara bersamaan di empat negara dan 12 kota dunia. Kenyataan ini sedikit banyaknya menceritakan hubungan kompleks media-media Arab Saudi mulai dari pembentukan, penulisan dan tim redaksi dengan jaringan media Barat. Hubungan tak tertulis ini dengan mudah dapat dicermati pada berita dan cara pandang yang sama antara jaringan berita Arab Saudi dengan media-mdeia seperti BBC dan CNN. Namun tentu saja secara resmi surat kabar Asharq Al-Awsat boleh dikata sebagai saudara angkat media-media Amerika seperti Washington Post, USA Today dan lain-lainnya.

Mencermati kenyataan ini sangat tidak asing bila kutipan Antara dari Asharq Al-Awsat menyoroti hubungan Arab Saudi dan Iran harus diimbuhi dengan embel-embel kata Iran yang non-Arab. Tanpa disadari Antara telah menyusupkan politik pecah belah antara umat Islam dengan menyinggung isu sektarian soal Arab dan non-Arab. Alih-alih mengungkapkan soal persatuan negara-negara Islam, Media seperti Asharq Al-Awsat yang memang dipandu oleh media-media Barat, malah mendahulukan isu sektarian yang lebih mengerucut lagi yaitu Sunni dan Syiah. Mungkin layak kita menyimak ucapan Imam Khomeini ra yang kandungannya, “Siapa yang menciptakan perselisihan antara Sunni dan Syiah pasti bukan dari kedua-duanya.

Kembali pada masalah keberadaan putri Osama bin Laden di Iran yang diberitakan oleh Asharq Al-Awsat, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Manouchehr Mottaki dalam wawancara khususnya dengan Televisi Kanal 2 Iran Jumat (25/12) mengatakan, “Sesuai dengan konvensi Internasional, Iran berkewajiban untuk memberikan izin warga negara Arab Saudi untuk kembali ke negaranya. Tapi sesuai dengan aturan internasional, Iran akan memberikan izin keluar setelah pihak Kedutaan Arab Saudi di Iran menunjukkan data dan identitas bahwa orang tersebut memang benar-benar putri Osama. Dan sampai saat ini pihak Kedubes Arab Saudi masih belum menunjukkan identitas aslinya agar Iran mengambil langkah mengeluarkan surat izinnya.”

Tampaknya, Arab Saudi lebih memilih berpetualang lewat media ketimbang mengambil langkah-langkah yang telah diatur dalam diplomasi internasional. Pertanyaannya, apa memang benar ada putri Osama di Iran, ataukah isu yang dikemukakan untuk menutup-nutupi intervensi negara ini dalam kerusuhan hari Asyura lalu di Tehran?
Sumber: IRIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: