Pertemuan Rahbar Dengan Para Mahasiswa dan Elit Intelektual

Menjawab Isu Seputar Insiden Pasca Pilpres
Bismillahirrahmanirrahim

Pertemuan ini telah berlangsung sesuai apa yang diharapkan dari mahasiswa dan pemuda. Apa yang telah dibicarakan tadi oleh saudara dan saudari sekalian merupakan materi yang bernas, tajam, dan segar serta merupakan analisa yang tepat. Mengamati semua pembicaraan tadi, orang akan menangkap kejujuran, ketulusan, dan ungkapan yang bebas dari basa-basi, yaitu hal yang memang patut diungkap oleh kaum muda terdidik. Tentu, tidak semua peserta di sini adalah mahasiswa atau perwakilan dari berbagai visi yang ada di tengah mahasiswa. Tapi yang jelas, Anda telah mengungkapkan apa yang menjadi buah pikiran sekelompok besar mahasiswa dengan segala perbedaan visi dan pendapat yang terkadang terlihat dari pernyataan-pernyataan Anda.

Untuk Anda, para pemuda yang hadir di sini dan untuk komunitas besar mahasiswa di dalam negeri, banyak hal yang ingin saya ungkapkan atau sudah pernah saya ungkapkan dan tetap akan saya ungkap sejauh kemampuan saya. Saya yakin sepenuhnya bahwa apa yang akan menjamin masa depan negara atau bahkan masa depan Islam dan umat Islam tak lain adalah spirit keilmuan para pelajar yang memiliki kepedulian yang tinggi sebagaimana yang terlihat pada komunitas generasi muda mahasiswa negara kita ini. Boleh jadi Anda sekarang belum memiliki keyakinan penuh terhadap suatu perkara atau Anda belum memiliki argumentasi yang mendalam tentang itu. Namun begitu, hidupnya dinamika mahasiswa Muslim dan mukmin dengan segala asosiasinya di seluruh penjuru negeri ini adalah satu hal yang sangat menjanjikan bagi masa depan sistem yang berlaku di negara ini dan bagi prospek umat Islam. Ketekunan Anda dalam mengamati sesuatu dan kegigihan Anda dalam menindaklanjutinya secara obyektif adalah satu poin positif yang -alhamdulillah- memang dapat kita rasakan bersama.

Baiklah, sekarang ada beberapa hal yang lebih menyerupai tanda tanya dari saya atau hal-hal yang kiranya memang patut saya jelaskan. Semua ini akan saya kemukakan dalam beberapa menit sebelum kemudian satu atau dua materi lagi yang muncul dalam benak saya juga akan saya utarakan, jika kesempatan masih tersedia dan tidak berbenturan dengan waktu azan.

Satu hal penting yang tadi disinggung oleh beberapa kawan kita dalam pernyataannya ialah pertanyaan mengapa orang-orang yang bermain di balik layar pada insiden-insiden yang terjadi belakangan ini tidak dibawa ke meja mahkamah, tidak dikenai sanksi hukum, atau tidak ditindak tegas. Saya katakan kepada Anda bahwa dalam kasus-kasus sekrusial ini, kita tidak boleh bertindak berdasarkan dugaan, apriori, rumor dan sejenisnya. Kita yakin bahwa revolusi dan pemerintahan yang agung ini adalah hasil perjuangan sebuah bangsa yang besar serta pengorbanan para pemuda, baik di era revolusi dan era Pertahanan Suci maupun era setelah itu sampai detik ini, sebagaimana jerih payah yang Anda lakukan di berbagai kancah dan yang sebagian diantaranya ternyata merupakan kerja-kerja besar. Kelanggengan pemerintahan ini beserta segala gerakan makronya pada taraf yang memerlukan keputusan Pemimpin Revolusi tidak bisa digalang dengan bertumpu pada prasangka, dugaan, dan semisalnya.

Yakinlah, tidak akan ada sikap tutup mata terhadap kriminal dan kejahatan. Kita semua, baik Anda sebagai mahasiswa yang begitu terbuka dan tidak memiliki beban dalam berbicara maupun saya sebagai orang yang memiliki sederet pengalaman yang panjang di lapangan, tidak bisa menuntut institusi pengadilan supaya berbuat seperti yang kita kehendaki. Pengadilan sendirilah yang harus melihat; jika memiliki bukti-bukti cukup tentang kriminalitas seseorang, entah itu di bidang politik, ekonomi, ataupun di bidang-bidang lainnya, maka pengadilan akan membuat putusan hukum yang sesuai. Desas-desus yang Anda dengar -saya sendiri juga mendengar banyak desas-desus- bisa jadi banyak diantaranya yang benar faktual. Orang boleh saja mempertimbangkan indikasi-indikasi yang ada, tapi indikasi saja tidak cukup untuk membuktikan kriminalitas seseorang. Ini harap Anda perhatikan baik-baik. Jadi asumsinya bukanlah bahwa ada seseorang yang sudah pasti bermain di balik layar lalu mahkamah sengaja mengabaikan kejahatannya. Ini satu poin.

Satu poin lagi ialah bahwa pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintahan ini di tingkat makro dengan skupnya yang mencakup sejumlah persoalan haruslah mempertimbangkan semua aspek. Satu aspek saja tidak bisa dipakai untuk meneropong banyak persoalan. Saya kira, jika Anda melihat dengan paradigma demikian, maka Anda atau siapapun juga berpandangan obyektif pasti akan dapat memahami apa yang sudah dilakukan selama ini maupun apa yang akan dilakukan di masa mendatang.

Masalah berikutnya yang disinggung oleh kawan-kawan tadi ialah menyangkut pelanggaran atau bahkan kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang tak dikenal di sela-sela kerusuhan. Anda menyinggung insiden kampus atau kasus-kasus lain. Ada sejumlah kasus lain, misalnya insiden Kahrizak, tapi yang Anda sebut sampai beberapa kali adalah insiden kampus. Kasus-kasus ini memang menjadi salah satu problem dan dilema kerja instansi-instansi eksekutif. Pertama ketahuilah bahwa pelakunya pasti akan ditindak tegas. Saya di sini tidak hendak membuat sensasi bahwa saya menurunkan instruksi lalu instruksi ini disiarkan di media kemudian terjadi rangkaian ekses-ekses lain. Saya tidak dalam rangka berpropaganda. Yang jelas sejak awal saya sudah menurunkan instruksi dan ini masih terus ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang. Namun, semua ini harus dikerjakan secara cermat dan ekstra hati-hati.

Pada malam pecahnya insiden kampus itu sudah pasti terjadi pelanggaran besar dan perilaku buruk. Saya sudah menegaskan supaya kasus ini ditangani dengan berkas tersendiri secara teliti. Para pelaku kejahatannya harus ditemukan dan ditindak tegas tanpa perlu memandang dari instansi mana mereka berasal. Ini saya katakan dengan sangat tegas.

Saya berterima kasih kepada polisi, petugas keamanan, dan para relawan (Basij) kita. Mereka telah melakukan pekerjaan-pekerjaan besar. Namun, kasus ini adalah satu perkara tersendiri. Jika ada oknum yang berpayung di bawah lembaga-lembaga ini melakukan pelanggaran maka ini harus diselidiki pada porsinya sendiri. Kita tidak akan mengecilkan pengabdian mereka karena satu kesalahan mereka sebagaimana kita juga tidak akan mengecilkan satu kesalahan mereka karena pengabdian mereka. Kesalahan mereka tetap harus diusut hingga tuntas. Begitu pula terkait insiden Kohrezak yang kini ramai disiarkan. Kasus inipun sedang diusut, termasuk dengan memanggil orang-orang yang kehilangan kerabatnya dalam insiden yang menimbulkan sejumlah korban tewas, korban cidera, dan korban materi. Masing-masing akan dibuatkan berkas perkara secara terpisah. Kami telah menginstruksikan supaya kasus ini diusut tuntas.

Namun demikian, patut diingat bahwa semua persoalan ini jangan sampai dirancukan dengan persoalan utama pasca pemilu. Isu utama jangan sampai terburamkan oleh insiden-insiden ini. Pasca insiden-insiden ini, sebagian orang menutup mata di depan kezaliman sementara orang terhadap rakyat dan pemerintahan Islam serta aksi mereka yang telah mengusik citra pemerintahan ini di mata bangsa-bangsa lain. Ini juga merupakan satu kezaliman tersendiri ketika insiden-insiden itu mereka pandang sebagai persoalan inti pasca pemilu. Masalah substansialnya bukan itu, melainkan besarnya animo rakyat untuk pemilu sehingga pemilu ini menjadi salah satu pemilu terbesar dengan jumlah suara tertinggi. Jangan main-main dengan angka 85%. Untuk pemerintahan yang dalam satu dua tahun terakhir ini telah secara berturut-turut berhasil mencetak prestasi demi prestasi di bidang ekonomi, iptek, politik, keamanan, dan isu-isu internasional, pemilu ini adalah satu kebanggaan tersendiri. Tapi tiba-tiba kita melihat ada sebuah gerakan yang bertujuan menggerus kebanggaan ini! Inilah masalah intinya.

Menurut saya -ini hanya sekedar analisis, bukan informasi- masalah ini dimulai bukan sejak selesai pemilu atau sejak suasana pemilu mulai memanas, melainkan sejak jauh hari sebelum itu. Saya tidak berniat melontarkan klaim bahwa ada orang-orang tertentu telah menjadi antek asing, entah itu Inggris atau Amerika Serikat (AS), sebab masalah ini belum terbukti. Saya tidak bisa membicarakan hal yang belum terbukti. Hal yang masih bisa kita bicarakan ialah bahwa peristiwa ini sudah direncanakan sejak semula, entah para tokohnya (oposisi, pent.) tahu itu atau tidak. Ini bukan peristiwa insidentil. Ada indikasi-indikasi bahwa peristiwa ini sudah dirancang sebelumnya. Hanya saja, para perancangnya saat itu tidak yakin bahwa rencananya itu akan sukses.

Setelah pemilu berlangsung, mulailah dilancarkan gerakan-gerakan tertentu oleh sementara orang, dan ketika ada sebentuk respon dari sekelompok warga Teheran, baru mereka optimis. Mereka mulai optimis bahwa apa yang mereka bayangkan sebelumnya akan menjadi kenyataan. Sebab itu, mereka lantas memobilisasi semua media elektroniknya, radio, parabola, dan lain sebagainya ke lapangan. Mereka terjun secara terang-terangan. Jadi, sebelumnya mereka tidak optimis tapi kemudian mereka optimis. Karena itu mereka segera terjun ke lapangan. Hanya saja, seperti yang sudah-sudah, kali ini mereka salah dalam memahami persoalan-persoalan Iran. Mereka belum paham bangsa Iran. Mereka akhirnya menelan ludah, meskipun mereka belum berputus asa. Saya ingatkan kepada Anda, mahasiswa, bahwa mereka masih belum frustasi. Mereka masih terus mengikuti kasus-kasus itu sebab persoalannya tidak akan secepat ini berlalu. Mereka masih memiliki dan akan terus mencari aktor-aktor di lapangan.

Kalangan kampus harus waspada. Para mahasiswa mukmin, muslim, peduli kepada masa depan negara dan masa depan generasinya harus waspada. Ketahuilah bahwa mereka sedang merancang sesuatu, walaupun tentu mereka tetap akan kandas. Saya berani memastikan bahwa mereka pada akhirnya akan kandas. Hanya saja, tingkat kewaspadaan kita semua akan sangat mempengaruhi tingkat kerugian dan bahaya yang dapat mereka timpakan kepada kita. Jika kita benar-benar waspada, kita tidak akan cidera. Tapi jika lalai, emosional, tidak profesional, atau kita terlelap dan lain sebagainya, maka kerugian yang akan kita derita akan besar, walaupun pada akhirnya mereka tetap akan gagal.

Isu lain yang tadi mengemuka adalah soal dukungan Rahbar kepada pemerintah atau Presiden. Ini adalah perkara jelas. Kebetulan sebagian kawan-kawan tadi sudah menjelaskan. Pemerintah sekarang dan Bapak Presiden yang terhormat adalah seperti manusia-manusia lainnya di dunia; memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang saya dukung adalah titik kelebihannya. Ada titik kelebihan dan inilah yang saya dukung. Saya mendukung siapapun jika kelebihan itu ada padanya. Dalam kapasitas tanggungjawab yang saya pikul, tidak patutkah saya menyokong siapapun yang menunjukkan motivasi, visi, gerakan, dan keseriusan sedemikian rupa? Apakah saya tidak akan mendukung kalian mahasiswa yang mencari keadilan? Mengapa harus begitu? Apakah ketika Pemimpin Revolusi mendukung mahasiswa pencari keadilan berarti ia juga mendukung kelemahan-kelemahan yang terkadang juga ada pada mahasiswa? Tentu saja tidak demikian, dan inilah inti persoalannya. Ada titik kelemahan, dan saya tidak akan mendukung titik kelemahan ini.

Ada yang mempertanyakan mengapa Anda (Rahbar, pent.) tidak mengambil sikap secara terbuka? Jawabannya adalah karena sikap terbuka memang tidak harus ditunjukkan. Apa perlunya? Coba pikirkan, sejauhmana mengambil sikap terhadap suatu kelemahan seorang pejabat akan dapat menyelesaikan masalah? Sama sekali tidak akan menyelesaikan. Orang adakalanya justru akan lebih bisa menyembuhkan suatu perkara tanpa memaklumkan upaya penyembuhannya, daripada nanti menimbulkan kehebohan. Memang, terkadang tidak ada cara lain kecuali terang-terangan. Ketika itulah orang harus bersikap terbuka. Tapi inipun bukan berarti bahwa ketika ada satu ketidakberesan pada sekumpulan pejabat kemudian Pemimpin Revolusi menentangnya maka ini harus diumumkan oleh corong-corong media. Tidak demikian, sebab demi kemaslahatan yang bersifat pasti orang terkadang harus berbuat secara tertutup.

Anda jangan bertanya soal hakikat dan maslahat. Mempertentangkan hakikat dan maslahat bukan bagian dari klaim yang dapat dipertanggungjawabkan. Maslahat sendiri adalah bagian dari hakikat. Hal yang kita beri label ‘demi maslahat’ bukan berarti negatif. Sebagian orang heran dengan sikap mencari-cari maslahat (berpikir keras untuk mencari jalan keluar, pent). Padahal manusia adakalanya memang harus demikian, sebab mencari maslahat adalah bagian dari hakikat yang memang harus diperhatikan. Ini justru merupakan hal yang sudah jelas dan diakui dalam Islam. Sekarang tentu bukan tempatnya untuk mengurainya secara detail, tapi yang jelas ini merupakan bagian dari aksioma dalam Islam. Adakalanya tidak maslahat jika seseorang menyatakan sesuatu secara terbuka. Satu perkara kecil jika dibesar-besarkan justru bisa menimbulkan pesimisme. Lantas apa untungnya?! Maka dari itu, orang sebaiknya menyelesaikan suatu perkara dengan cara lain. Dengan demikian, tidak mengambil sikap secara terbuka bukan berarti tidak memiliki alasan-alasan yang logis dan rasional.

Mengingat waktu sudah semakin berlalu, satu hal lagi ingin saya utarakan kepada Anda sekalian. Sebagaimana kalian ketahui -karena kalian tadi juga menyinggung soal ini-, Republik Islam dan pemerintahan Islam kini sedang terlibat dalam perang besar. Hanya saja, seperti kalian sebutkan, perang ini adalah “perang lunak”. Alhamdulillah, Andapun ternyata mengamatinya, dan ini tentu menggembirakan kami. Namun, pertanyaannya sekarang ialah siapakah yang harus berlaga dalam peperangan ini? Jawabannya tentu saja; para cendekiawan. Andalah yang berada di front terdepan dalam peperangan ini. Mengenai apa yang harus Anda lakukan, bagaimana mekanisme, dan bagaimana menjelaskanya, saya tidak akan mengajukan daftar tugas untuk Anda, sebab Anda sendirilah yang mesti memikirkannya di forum-forum Anda, di dalam kabin-kabin pemikiran Anda. Carilah berbagai jalan keluar, tapi tujuannya harus jelas yaitu membela pemerintahan dan Republik Islam di depan badai media massa yang banyak mengandalkan kebohongan, pengelabuan, kekuatan dana, dan fasilitas yang dihasilkan oleh kemajuan sains. Gempuran iblis berbahaya itu harus dilawan.

Para pengelola media mengajukan argumentasi dalam usahanya merongrong Republik Islam, dan mereka merasa argumentasinya sudah sempurna. Di kawasan-kawasan vital dunia, yaitu Timteng, Teluk Persia, Laut Merah, kawasan utara benua Afrika, dan sebagian kawasan Mediterania terdapat himpunan umat Islam. Kemudian, dari lima atau enam jalur perairan vital dunia, tiga diantaranya yaitu Selat Hormuz, Terusan Suez, dan Babul Mandeb, terletak di kawasan tersebut. Ini adalah jalur yang sangat dibutuhkan oleh perdagangan dunia. Silahkan buka peta dunia dan Anda akan melihat betapa tempat-tempat itu adalah titik-titik konektor untuk perdagangan dan ekonomi dunia. Dengan demikian, kawasan ini adalah yang sangat vital.

Di kawasan sedemikian penting ini, ada sebuah bibit kekuatan yang ternyata hari demi hari terus membesar dan selalu berlawanan dengan ambisi kaum arogan dunia dan perusahaan-perusahaan raksasa dunia. Kekuatan baru itu menolak tatanan hegemonik, kekuasaan absolut, dan despotisme. Ini adalah masalah besar bagi jaringan aroganisme dunia. Jaringan ini bukan sekedar berupa AS, presiden AS ataupun para petinggi Eropa, melainkan merupakan sebuah jaringan yang lebih luas dari itu dan mencakup mereka serta jaringan Zionis, komponen bisnis internasional, badan-badan keuangan dunia. Jaringan inilah yang merancang konstalasi politik dunia. Merekalah yang bisa menaik-turunkan rezim-rezim di dunia. Di dalam jaringan yang menjadi wahana bagi rezim AS dan rezim-rezim Eropa ini terdapat banyak orang yang telah menjarah kekayaan minyak di kawasan kita.

Ketika ada satu kekuatan baru yang berani tampil prima di luar barisan mereka dan terus berkembang dan membesar, mereka bereaksi keras dan mengerahkan segenap kemampuan untuk melumpuhkan kekuatan tersebut. Sepanjang 30 tahun ini mereka tidak berpangku tangan, apapun yang terjadi. Mereka hanya akan berhenti berulah apabila Anda, kawula muda, secara keilmuan, ekonomi, dan keamanan bisa optimal dan dapat menekan implikasi serangan mereka hingga ke titik nol. Selama beberapa tahun ini saya sering menekankan soal keilmuan, penelitian, riset, inovasi, gerakan ‘perangkat lunak’, serta koneksi antara industri dan universitas, dan ini adalah karena ilmu merupakan satu pilar keamanan jangka panjang bagi negara dan bangsa kita.

Di sini saya mengingatkan lagi kepada Anda semua; universitas jangan sampai terpengaruh oleh isu-isu politik yang bersifat parsial dan remeh. Kegiatan saintifik universitas jangan sampai goyah. Universitas, kelas-kelas kuliah, dan pusat-pusat kajian kita jangan sampai terusik. Menjaga gerakan keilmuan di universitas adalah salah satu masalah yang substansial bagi Anda. Musuh kita sangat mengharapkan terjadinya stagnansi, ketegangan, dan kekacauan di universitas kita, walaupun untuk sementara waktu. Ini adalah dambaan mereka, termasuk dari segi politik dan strategi jangka panjang mereka, sebab ilmu pengetahuan Anda adalah bahaya bagi tujuan jangka panjang mereka. Karena itu mereka berharap Anda berhenti menimba ilmu.

Anda sebagai perwira muda di medan perang lunak tak perlu bertanya soal peran (preventif) Anda di depan aksi pengrusakan masjid dhirar (masjid yang dibangun untuk merusak Islam, pent), sebab Anda dapat menemukannya; entah dalam bentuk perlawanan terhadap kemunafikan baru, atau juga dalam pendefinisian keadilan. Dalam bahasan filosofis keadilan memiliki beberapa cabang, dan akan menggelikan jika ada orang meminta supaya masalah ini dijelaskan dalam satu kalimat.

Di zaman Syaikh Ansari, ada sebuah kisah terkenal bahwa seorang pria membawa anaknya ke Najaf. Pria itu tertarik menyaksikan banyak santri yang belajar kemudian menjadi mullah, dan dia melihat Syaikh Ansari adalah seorang pribadi besar. Pria itu tertarik mendaftarkan anaknya sebagai santri beliau. Dia datang menghadap Syaikh Ansari dan (dengan yakinnya) dia berkata; “Wahai Syaikh, saya membawa anak remaja ini kemari. Sekarang saya akan pergi, dan tolong jadikan dia besok sebagai seorang fakih!”

Anak-anakku yang tercinta, pandangan optimistik adalah syarat utama bagi kebesaran sepak terjang kalian di tengah front perang lunak ini. Bagi sebagian dari kalian tentu saya sejajar dengan kakek mereka. Saya melihat masa depan dengan tatapan optimis. Tapi saya optimis bukan karena ilusi, melainkan karena berdasarkan pengetahuan. Sebagai sentra optimisme, kalian harus waspada dan jangan sampai menatap masa depan dengan pesimis. Untuk apa memandang masa depan jika pandangan terbebani oleh pesimisme. Pesimisme hanya akan menimbulkan kemalasan, kelambanan, keterpojokan. Pesimisme bahkan dapat meniadakan gerakan secara mutlak, dan inilah yang diharapkan musuh.

Syarat lain ialah tidak bersikap radikal dalam berbagai kasus. Hiperaktif dan sikap radikal adalah bawaan pemuda. Kami sudah pernah mengalami masa-masa seperti kalian, apalagi masa kami saat itu adalah masa-masa revolusi dan awal perjuangan. Jadi kami tahu persis apa itu radikalisme. Banyak orang menasihati kami supaya tidak bersikap radikal, tapi kami justru berpikir betapa pentingnya keradikalan. Saya memahami perasaan kalian, tapi sekarang kalian perlu menyimak nasehat saya ini. Yakinlah bahwa radikalisme tidak akan membuahkan kemajuan. Ambillah keputusan berdasarkan pemikiran. Pemuda sekarang tentu lebih intelek daripada pemuda zaman kami; jauh lebih maju ketimbang 50 tahun silam. Pemuda sekarang bahkan tak dapat dibandingkan dengan pemuda zaman dulu. Tapi Anda tetap diharapkan dapat bersikap lebih matang, cerdas, tidak radikal, tidak ekstrim. Ini bukanlah tuntutan yang berlebihan.

Ketahuilah bahwa terkait apa yang terjadi pasca pemilu -dengan pengamatan seperti yang saya jelaskan tadi- (sikap pemuda, pent.) pada prinsipnya terjadinya rangkaian peristiwa ini bukan hal yang tidak terduga oleh kita. Tapi tokoh-tokoh yang bermain jelas tidak pernah kita duga.

Insya Allah, di masa mendatang kami bisa mendapat kesempatan untuk beraudiensi lagi dengan kalian semua, di universitas, sebab sekarang kita tidak banyak mendapat kesempatan.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Sumberhttp://indonesian.khamenei.ir

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://www.alfusalam.web.id
http://shalatdoa.blogspot.com
http://islampraktis.wordpress.com

Info Peluang Usaha dan Bisnis Teskara Group
http://infor-indo.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: