Reaksi Iran terhadap Intervensi Barat

Departemen Luar Negeri Republik Islam Iran, Sabtu (27/6) menyesalkan sikap interventif dan tergesa-gesa para menteri delapan negara-negara industri (G-8). Pada akhir konferensi di kota Trieste, Italia, para menlu G-8 mengeluarkan statemen mengenai pemilu presiden ke-10 Iran.

Agenda konferensi tingkat menlu G-8 adalah membahas masalah Afghanistan dan langkah untuk membantu negara ini memberantas terorisme. Namun ironisnya, konferensi ini malah memfokuskan pada masalah dalam negeri Iran.

Iran Jumat (12/6) menggelar pemilu paling meriah dalam sejarah negara ini. Sebanyak 85 persen warga Iran yang memiliki hak memilih atau lebih dari 40 juta mendatangi tempat pemilihan umum (TPS) untuk memilih presiden pilihan mereka. Dari empat kandidat pemilu presiden periode ke-10 Iran, Mahmoud Ahmadinejad meraih 24 juta suara dan terpilih sebagai presiden Iran yang menjabat selama empat tahun ke depan. Pemilu ini, menurut Jurubicara Departemen Luar Negeri Iran, Hassan Qashqavi termasuk titik simpul sejarah demokrasi religius dan tidak ada bandingannya dalam demokrasi Barat. Pasca digelarnya pemilu dan pengumuman hasilnya, sejumlah kandidat memprotes hasil pemilu tersebut dan gugatan mereka ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait termasuk Dewan Garda Konstitusi.

Di saat para menlu G-8 diharapkan membahas agenda konferensi yang telah ditentukan sebelumnya mengenai berbagai masalah serius yang dihadapi G-8 dan masyarakat internasional, mereka justru sibuk mengklaim dan menuding Iran melanggar kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia.

Menlu G-8 mengulangi sikap para pemimpin AS, Inggris, Perancis, dan Jerman, serta mengklaim mengkhawatirkan suara rakyat Iran. Namun pada hakikatnya, negara-negara Barat terutama AS tidak pernah memperhatikan demokrasi di Iran. Barat juga tidak akan mengulingkan pemerintah legal dan pilihan rakyat pada kudeta Agustus 1953, jika AS dan Inggris benar-benar pendukung hak bangsa dan suara rakyat Iran.

Empat negara anggota G-8 adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Dalam peristiwa serangan 22 hari rezim Zionis Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, Dewan Keamanan PBB tidak menghentikan genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Gaza. Atas dasar ini, bangsa Iran menolak klaim Barat mengenai demokrasi dan HAM yang didengung-dengungkan G-8. Bangsa Iran juga menilai intervensi Barat terhadap urusan dalam negeri Iran bersumber dari tujuan politik AS dan sekutunya Eropa. (http://indonesian.irib.ir)

Download gratis Amalan praktis dan doa2 pilihan, di halaman Produk Islami/eBook Islami:
http://www.tokoku99.com
di website ini juga ada free download eBook dan software

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://shalatdoa.blogspot.com

Jaringan Dakwah kami
PECINTA KELUARGA BAHAGIA
http://www.facebook.com/group.php?gid=37020211895
KOMUNITAS MUSLIM BEKASI
http://www.facebook.com/group.php?gid=71586001237
KOMUNITAS MUSLIM DEPOK
http://www.facebook.com/group.php?gid=80423046902

KOMUNITAS MUSLIM SURABAYA
http://www.facebook.com/group.php?gid=58672909211
KOMUNITAS MUSLIM CILACAP DAN PURWOKERTO
http://www.facebook.com/group.php?gid=141140485301
Syamsuri Multiply
http://syamsuri149.multiply.com

Milis
Keluarga Bahagia
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
Shalat dan Doa
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa
FengShui Islami
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: