Dinamika Pasca Pemilu Iran

Hiruk-pikuk pasca pemilu di Iran masih menjadi sorotan media internasional dan nasional. Hari ini, sejumlah media massa nasional dalam negeri situsnya menyoroti khotbah pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Udzma Ali Khamenei, Jumat (19/6) menyoroti fenomena terakhir pasca pemilu di negara ini.

Situs Kompas dalam rubrik internasionalnya hari ini (Sabtu,20/6) melaporkan bahwa pemimpin Revolusi Islam Iran yang biasa dipanggil Rahbar menyerukan penghentian aksi protes menentang hasil pemilu presiden. Sebagaimana dilansir kompas, Rahbar menutup kemungkinan pemilu baru dengan menyebut pemilu presiden pada 12 Juni sebagai “kemenangan mutlak”.

Dalam khotbah shalat Jumat di Universitas Teheran yang dihadiri ribuan orang, Khamenei mengatakan, selisih 11 juta suara yang membedakan perolehan Presiden Mahmoud Ahmadinejad dengan lawan terdekatnya, Mir Hossein Mousavi, membuktikan tidak terjadinya kecurangan dalam pemilu. Khamenei menegaskan,”Jika perbedaannya 100.000 atau 500.000 atau 1 juta, mungkin bisa dikatakan ada kecurangan. Akan tetapi, bagaimana bisa mencurangi 11 juta suara.”

Khamenei juga menuding media asing dan negara-negara Barat mencoba menciptakan keretakan politik dan memicu kerusuhan di Iran. Ditegaskannya, “Musuh kita di beberapa bagian dunia berniat menggambarkan kemenangan mutlak ini sebagai kemenangan yang meragukan. Ini kemenangan kalian.” Kompas melaporkan bahwa Otoritas melarang aksi protes tersebut dan melarang media asing untuk meliputnya.

Tampaknya ada yang luput dilaporkan media nasional yang mengekor reportase bias media Barat terkait dinamika pasca pemilu di Iran dan khotbah Rahbar dalam shalat Jumat (20/6).

Pertama, shalat Jumat kali ini merupakan mementum rekonsiliasi bangsa Iran pasca pemilu presiden ke-10 yang menuai protes. Berulangkali pemimpin Revolusi Islam Iran menegaskan hal tersebut.

Kedua, media massa nasional melaporkan bahwa Shalat Jumat kali ini dihadiri oleh ribuan orang. Padahal, shalat Jumat tersebut dihadiri lebih dari satu juta orang. Bahkan, sejak hari Kamis pagi hari, warga Qom menggelar long march berjalan kaki menempuh jarak 150 km untuk mengikuti shalat Jumat tersebut. Hal ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dan kecintaan mereka terhadap bangsa dan agamanya.

Ketiga, Media massa Barat memblow up besar-besaran aksi protes terhadap hasil pemilu Iran, seolah mengesankan terjadi kecurangan besar-besaran. Bahkan secara serampangan media Barat menyebutnya sebagai cikal bakal revolusi Bludru. Padahal, aksi protes terhadap hasil pemilu wajar terjadi di alam demokrasi. Selain itu, demo tersebut dilakukan hanya oleh segelintir orang yang tidak mewakili mayoritas masyarakat Iran.

keempat, Berbeda dari opini Barat terkait keberpihakan Rahbar terhadap Ahmadinejad, dalam khotbat Jumat, Ayatullah Ali Khomenei secara tegas dan netral mengkritik dan memuji plus minus para kandidat. Dalam khotbahnya, Rahbar menyerukan agar semua pihak menegakkan supremasi hukum. Hal ini membuktikan dirinya sebagai wasit yang adil di negeri ini.

Kelima, pendekatan persuasif yang ditempuh Rahbar dalam menyikapi gelombang protes terhadap hasil pemilu membuktikan kedewasaan berdemokrasi di Iran. (http://indonesian.irib.ir)

Yang ingin download gratis amalan praktis dan doa2 pilihan, klik di sini:
http://www.tokoku99.com
Di halaman Produk Islami/eBook Islami

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://shalatdoa.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: