Ketua MUI: Syiah Sah sebagai Mazhab Islam

Di tengah gencarnya isu yang menyudutkan syiah sebagai mazhab sesat dan dinilai bukan bagian dari Islam, Ketua Majelis Ulama Indonesia menyebut syiah sebagai mazhab yang sah dan benar dalam Islam.

Di hadapan lebih dari seratus pelajar Indonesia yang belajar di Iran, Ketua MUI, Prof.Dr. KH. Umar Shihab mengatakan, “Sunni dan Syiah bersaudara, sama-sama umat Islam, itulah prinsip yang dipegang oleh MUI. Jika ada yang memperselisihkan dan menabrakkan keduanya, mereka adalah penghasut dan pemecah belah umat, mereka berhadapan dengan Allah swt yang menghendaki umat ini bersatu.”

Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita ABNA, dalam kunjungannya ke Iran atas undangan Forum Pendekatan Mazhab Islam, Umar Shihab beserta beberapa anggota rombongan menyempatkan mengadakan tatap muka dan pertemuan dengan pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di kota suci Qom, Iran.

Rombongan MUI terdiri dari ketua pusat, beberapa ketua harian dan ketua komisi, namun beberapa dari rombongan telah bertolak ke tanah air sehingga tidak sempat mengikuti pertemuan dengan para pelajar Indonesia tersebut. “Dalam kunjungan ini kami telah melakukan beberapa hal, diantaranya, atas nama ketua MUI. KH. Prof. DR. Umar Shihab dan atas nama Majma Taghrib bainal Mazahib Ayatullah Ali Tashkiri, telah dilakukan penandatanganan MOU kesepakatan bersama. Di antara poinnya adalah kesepakatan untuk melakukan kerjasama antara MUI dengan Majma Taghrib bainal Mazahib dan pengakuan bahwa Syiah adalah termasuk mazhab yang sah dan benar dalam Islam. ” Jelas Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah, DR. Khalid Walid.

Lebih lanjut beliau menjelaskan,”Diantara bentuk kerjasama yang disepakati adalah pengiriman para peneliti dan ulama Indonesia ke Iran untuk mengikuti pertemuan dan pendidikan khusus mengenai beberapa hal yang beragam di Iran begitu juga sebaliknya, ulama-ulama dan peneliti Iran akan berkunjung ke Indonesia. Di samping itu juga kita telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Departemen Pengurusan Haji dan juga berkunjung ke Kamar Dagang Industri Iran untuk bekerjasama dalam produk halal. Insya Allah, jalinan kerjasama ini diharapkan dengan tujuan mengeratkan hubungan antara Republik Islam Iran dengan masyarakat muslim Indonesia.”
“Semoga dengan adanya kesepakatan dan kerjasama tersebut ukhuwah Islamiyah dapat terjalin dengan baik dan kedua belah pihak bisa saling memahami.” Harapnya.

Perpecahan dan Kebodohan, Ujian bagi Umat Islam

KH. Prof. DR. Umar Shihab menyampaikan nasehatnya di hadapan seratus lebih pelajar Indonesia yang hadir. Beliau menyatakan bahwa hidup di dunia ini penuh dengan tantangan, ujian dan kesulitan-kesulitan. Lebih lanjut menjelaskan, “Masyarakat Indonesia saat ini diuji dengan perpecahan. Dalam internal umat Islam sendiri terdapat berbagai macam kelompok yang mengarah kepada perpecahan, ada yang menyatakan diri sebagai kelompok liberal, kelompok anti agama, kelompok anti Syiah dan lain-lain. Keberadaan kelompok-kelompok ini sangat mengancam persatuan umat Islam.”

Menurut beliau ada dua kelompok pemecah umat Islam. Pertama kelompok pemecah dari luar umat Islam, yakni dari kalangan Yahudi dan Nasrani. Sebagaimana yang dijelaskan Al-Qur’an keduanya tidak akan senang sampai umat Islam mengikuti agama dan kelompok mereka. Mereka melakukan berbagai macam cara dengan giat utuk memecah belah umat, melalui buku-buku, selebaran dan memanfaatkan tekhnologi yang mereka miliki. Mereka menipu dan menghasut umat misalnya melalui pemahaman pluralisme yang menyatakan semua agama sama. Ini adalah pemahaman yang sesat bahkan mengarah kepada kekafiran. Karena itu MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa pernyataan dan keyakinan semua agama sama adalah pernyataan yang tidak bisa dibenarkan dan MUI telah mengharamkannya.

Kedua, kelompok pemecah dari kalangan umat Islam sendiri. Tidak sedikit dari kelompok umat Islam yang justru memecah belah umat. Mereka mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang memicu perpecahan umat, mereka misalnya menyebut maulid itu bid’ah, mengucapkan shalawat di setiap kegiatan itu bid’ah sehingga dengan pemahaman yang seperti itu mereka menyesatkan dan memusuhi kelompok Islam yang mengamalkannya.

Di bagian lain ceramahnya, Ketua MUI Pusat ini menyebut ujian kedua Umat islam adalah kebodohan. “Pelajari dan tuntutlah ilmu agama ini dengan benar dan dari sumbernya yang asli. Al-Qur’an menyebutkan, yang manakah lebih layak kamu ikuti, orang yang memiliki pengetahuan atau orang yang tidak memiliki pengetahuan?. Dan Nabi Muhammad saww dalam haditsnya menyebutkan, Aku adalah kota ilmu, dan Ali adalah pintunya. Dari riwayat Nabi ini, jelas disebutkan bahwa Sayyidina Ali lebih layak diikuti setelah Nabi. Karenanya tuntutlah ilmu yang berasal langsung dari sumbernya. Sayangnya kebanyakan kaum muslimin menyingkirkan dan melupakan hadits-hadits yang bersumber dari Sayyidina Ali, keluarga, sahabat utama dan terdekat dengan Nabi, dan lebih banyak mengamalkan dan menerima hadits dari selain beliau,”tegas Umar Shihab.

Di penghujung ceramah beliau, Ketua MUI Pusat Prof. DR. Umar Shihab kembali mempertegas pesan Al-Qur’an, Innamal mu’minuna ikhwa, orang-orang yang beriman itu bersaudara. “Saudara-saudara belajarlah yang bersungguh-sungguh, dan ketika kembali ke tanah air, sampaikanlah ajaran Islam yang benar. Saya tidak menyatakan yang benar itu Syiah atau Sunni, tetapi keduanya.”tegas beliau.

Prinsip MUI: Sunni dan Syiah Bersaudara

Setelah Prof. Umar Shihab menyampaikan nasehatnya, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa pelajar kemudian mengajukan pertanyaan. Diantara pertanyaan yang diajukan, bisakah MUI wilayah di daerah mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI Pusat?.

Prof Umar Shihab memberikan jawaban, MUI wilayah jika berkaitan khusus dengan persoalan umat di daerahnya dibenarkan untuk mengeluarkan fatwa sendiri, namun jika berkaitan dengan kepentingan nasional, maka yang berhak mengeluarkan fatwa hanya MUI Pusat yang harus diikuti oleh MUI-MUI di daerah. Dan MUI di daerah tidak memiliki wewenang untuk menganulir fatwa yang telah dikeluarkan MUI Pusat.

“Misalnya ada MUI Daerah yang mengeluarkan fatwa Syiah itu sesat -namun Alhamdulillah syukurnya belum ada MUI Daerah yang mengeluarkan fatwa seperti itu- maka fatwa tersebut tidak sah secara konstitusi, sebab MUI Pusat menyatakan Syiah itu sah sebagai mazhab Islam dan tidak sesat. Jika ada petinggi MUI yang mengatakan seperti itu, itu adalah pendapat pribadi dan bukan keputusan MUI sebagai sebuah organisasi.” Jelas beliau.

Ketika ditanyakan langkah-langkah MUI Pusat yang akan dilakukan untuk mewujudkan persatuan umat dan menyelesaikan perselisihan Sunni-Syiah, Prof. Umar Shihab menjelaskan bahwa MUI akan menjadi penyelenggara seminar Internasional Persaudaraan umat Islam di bulan Desember akhir tahun ini. “MUI akan mengundang ulama-ulama dari berbagai Negara, dari Mesir, Iran bahkan dari Arab Saudi termasuk Syaikh Yusuf Qhardawi untuk hadir sebagai pembicara. Indonesia insya Allah akan menjadi perintis persatuan umat Islam khususnya antara Sunni dan Syiah, semoga Allah membantu usaha-usaha kita.” Jelas beliau.

Setelah memasuki waktu maghrib, dilakukan shalat maghrib berjama’ah yang diimami oleh Sayyid Farid, dan Prof. Umar Shihab menjadi jama’ah di shaf pertama.

Acara pertemuan tersebut diakhiri dengan makan malam bersama, dan do’a bersama dipenghujung acara dipimpin oleh KH. Prof. DR. Umar Shihab. Pertemuan Ketua MUI Pusat Prof. DR. Umar Shihab dengan pelajar Indonesia yang sedang berada di Qom Iran ini adalah pertemuan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya dua tahun lalu diadakan pertemuan di tempat yang sama. (IRIB/ABNA)

Artikel terkait:
Pernyataan KH. Aqil Siradj tentang Wahabi
Pernyataan Mufti Mesir tentang Salafi dan Wahabi
Partai Salafi Mesir dan Zionis Israel

KUMPULAN DOA-DOA PILIHAN
HADIS DAN MUTIARA HIKMAH
AMALAN PRAKTIS

About these ads

26 Responses

  1. kenapa harus salaing menyalahkan ya??yqang penting harus sanma22 mengikuti alquran dan hadist ya kan?? aku mendukung iran punya nuklir!!!!semoga indonesia cepat dan banyak punya nuklir!!minimal 500ribu hulu ledak nuklir!!

  2. syiah tidak sesat, barangkali baru perkataan dari p umar syihab.
    apa mui pusat sudah membuat surat keputusan syiah tidak sesat?
    ada syiah ‘ali, ada syiah mu’awiyyah.

    tak ada pemalsuan2 riwayat hadiits?
    hadits riwayat ‘ali r.a. yg shohiih tentu kita pakai.
    islaam, yg benar yg berQur-aan dan berhadiits shohiih bukhoori serta muslim dan sejenisnya.

    umar b khoththoob r.’a. yg buka persia, mestinya iaran berterima kasih pd umar.
    abu bakar, ‘umar, ‘utsmaan, ‘ali r. ‘an hum kita harus kita hargai bersama.
    tak perlu ada dendam etnis, kebangsaan.

  3. Syiah dan Sunni memakai Al Qur’an yang sama. Sedangkan Al Hadits yang dipakai pun sama adalah perkataan,perbuatan, dan ketetapan Rasulullah SAW. Yang berbeda adalah jalur periwayatan Hadits tersebut,dimana Sunni (umumnya di Indonesia) memakai kitab Hadits yang diriwayatkan melalui para Sahabat2 (seperti Ubu Bakar,Umar,Usman,Ali,dsb dan kitab hadistnya seperti Shahih Bukhari,Shahih Muslim,kitab Sunan Tirmizdi,Sunan ibnu Majah,dsb.Sedangkan Syiah memakai yang diriwayatkan melalui Ahlul Bait (Ali,Fatimah,Hasan dan Husen) saja. Baik hadits Sunny maupun Syah bersumber pada sumber yang sama yakni Nabi Muhammad SAW. Mengenai hadits palsu baik Sunny ataupun Syah sangat memungkin ada yang perlu disikapi dengan bijaksana. Memvonis satu golongan salah perlu melalui pembuktian secara ilmiah dan dalam semangat amar ma’ruf nahi mungkar

  4. Pengadilan terakhir kan ada di tangan Tuhan. tapi Zaman sekarang kok semakin banyak orang yang ingin menjadi Tuhan. Membenarkan dirinya, dan menyalahkan orang lain.

  5. Agama yg haq itu adalah yg mengikuti nabi dan keluarganya itulah agama yg lurus dan pengikutnya akan memperoleh kebahagiaan baik didunia maupun diakherat

    • Benar skali, Agama yg mengikuti Rasul dan keluarganya sudah pasti bnar. .!
      Namun sayangnya para pngikutnya yang membolak balikkan sejarah dan sampai ajarannya pun, kasihan Rasul dan kluarganya. . Mengatas-nama Beliau SAW dan keluarganya tapi banyak hal2 yang berlawanan dengan Al quran.
      Apakah syiah pikir sunni tidak mnganut/ mengikuti ajaran Rasul saw dan kluarganya? JELAS DAN PASTI mreka mngikutinya. Mereka pun SANGAT MENCINTAI MEREKA.

      Sunni dan syiah bersaudara?????
      Dari jamaan awwal ila akhir itu cuma teori. . Sudah bs dipastikan mereka tdk bs bersatu, bagaimana bs bersatu . . ajarannya saja berpunggungan. :)
      Meneriakkan persatuan dan persaudaraan . . Propaganda! :)
      Pandai skali siyasyat nya, , bekerja sama dngn Iran?? wow, hebat!! kita liat hasilnya :)

  6. pak umar saya sarankan untuk belajar lagi tentang apa itu syiah, karena gelar itu tidak menjamin, dan untuk fahmi, kalo begitu kita tidak perlu dakwah ya, biarkan saja orang bermaksiat kan pengadilan terakhir ada di tangan Tuhan……….?heheheheh…….cara berfikir yang aneh

    • ass. apa kabar semua??
      semua umat islam baik syiah or sunni bersaudara!!!
      tapi alangkah indah jika kita mengenal Allah,Rasulullah dan jangan ketinggalan keluarga rasulullah.
      gimana kita tau kalau kita sendiri mengenal keluarganya rasulullah…apalagi kata hadist
      rasulloh berkata” aku adalah gudang ilmu sedangkan ali adalah gerbangnya”
      alangkah indahnya jika kita juga mengenal keluarganya terutama keluarga Imam Ali in abu thalib.

  7. “Tidak sedikit dari kelompok umat Islam yang justru memecah belah umat. Mereka mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang memicu perpecahan umat, mereka misalnya menyebut maulid itu bid’ah, mengucapkan shalawat di setiap kegiatan itu bid’ah sehingga dengan pemahaman yang seperti itu mereka menyesatkan dan memusuhi kelompok Islam yang mengamalkannya”. itu kata Pak Umar di atas.

    Kalau orang yang membid’ahkan salawat tertentu dan maulid dianggap memecah belah persatuan, maka bagaimana dengan orang yang menganggap ribuan sahabat besar (dan otomatis seluruh pengikut mereka) sebagai pengkhianat dan munafik?

    Demi persatuan islam, mari semua kompak bershalawat; Allahumma Shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in. Sebuah shalawat untuk Nabi beserta semua keluarganya, termasuk para istri beliau yang tak terkecuali ‘Aisyah, termasuk para keturunan Hasan dan Zayd bin Ali radiyallahu anhuma juga termasuk seluruh bani Hasyim dan bani al-Muthallib. Selain itu juga shalawat terhadap seluruh sahabat, termasuk Abu Bakar, Umar, Utsman dan semuanya yang lain tak terkecuali yang ikut perang jamal seperti Talhah dan Zubayr, juga tak terkecuali rival politik Ali seperti Mu’awiyah dan Amr bin Ash juga yang terlibat dalam perang shiffin.

    Mari kita cintai mereka semua tanpa membeda-bedakan seorang pun sebab ijtihad politik mereka.

  8. syiah,,sunni jelas punya perbedaan yg sangat mendasar,utk itu tdk usah di paksakan dgn mengatakan syiah sunni bersaudara,,Prof Umar sebaiknya lbh memahami dulu sebelum mengeluarkan pendapat… kasihan pelajar2 kita di sana bs jadi bingung..

    • betul sekali akh hadi.. sunni dan syiah itu tidak sama.. jauhhh.. tolong di teliti lagi fatwa tersebut.. karena fatwa tersebut akan dipertanggung jawabkan kelak di akhirat. dan untuk seluruh umat islam mohon teliti ulang fatwa ini dengan fakta2 yang ada.. semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua…

  9. Yang jelas dan pasti, Prof DR Umar lebih memahami Islam ketimbang anda dan kita. Kemungkinan besar sebagian kita memahami Islam melalui buku2 terjemahan yg jumlahnya sangat sedikit. Sbg perbandingan silahkan baca juga Pernyataan KH. Aqil Siradj Ketum PBNU: http://tinyurl.com/7pgmxs6
    dan Pernyataan DR. Ali Jum’ah Mufti Mesir: http://tinyurl.com/6m6kkyt
    Sebaiknya anda dan kita yg harus lebih banyak belajar dan mendalami Al-Islam

  10. Logika kaum yang berpikr, dalam kekinian kita bisa lihat Bagaimana Bangsa Iran melawan Zionis dan Paman Samiri Amerika, hampir tidak dapat dukungan dari umat Islam lainnya, namun Bangsa ini masih dicintai Allah SWT, saat ini teknologi mereka berkembang pesat bahkan telah membuat ketar-ketir para pengikut Ad-dajjal tersebut.

    Pertanyaannya kalau Syiah itu adalah sesat mengapa Allah bersama mereka melawan Kekafiran, dibandingkan dengan Negara Islam lainnya yang harus menggadaikan martabat sucinya kepada Amerika dan Yahudi, kemudian apa peran umat Islam sektarian Indonesia di dunia internasional selain dari pada mengatakan bahwa Syiah itu sesat?

  11. adakah komentator di blogger ini, yg bisa menyakinkan sy bhw syi’ah mengajarkan TAUHID yg merupakan inti dari agama ALLAH SWT yg didakwahkan setiap nabi dan rasulNYA. Kalau mslah politik, sejarah dlsbnya itu dpt di rekayasa, dan kita tdk tahu persis dlm mslh politik, dan juga bukan inti ajaran agama ALLAH SWT. yakinkan sy bhw syi’ah mengajarkan TAUHID !

  12. Allah SWT dlm firmannya di surat at taubah 100 dan al fath 29 memuji para sahabat dan ALLAH ridho thd mrk. Sedangkan syi’ah mencela,membenci dan mengkafirkan para sahabat. Siapa yg harus kita ikutin, Allah SWT atau org2 syi’ah ? Dan yg lebih sy bingung dikatakan syi’ah sah sbg mazhab islam, berarti mencela mengkafirkan para sahabat nabi di sahkan. Na udzubillah.

  13. Bang AHA Ghanim, ada baiknya antum masuk ke website syiahali.wordpress.com atau islamitucinta.blogspot.com

  14. aha.. aha.. ghanim..
    kasian, kamu komentar tentang syi’ah menunjukan yang komen masih bau kencur, tapi mau membahas mazhab dlm islam… bagemana…?

  15. Sangat enak sekali semprotan bualan sang professor ini dengan mengatakan bahwa pemecah antara Suni dan Syiah adalah Yahudi dan Nasrani.

  16. sy ingin langsung komentator yg berbobot di blogger ini, bkn diarahkan ke tempat lain. sy bnyk berteman dng org syi’ah bahkan dari UAE, jd ga perlu diarahkan ke tempat lain. balas aja komen sy dgn sesuatu yg menyakinkan. silahkan bang borkand dan andika dan jg novi dan jg syamsuri. kita mau mencari kebenaran bukan perdebatan. kalau sy salah mk koreksi dgn sesuatu yg menyakinkan.

  17. Dalam pandangan syi’ah tidak semua sahabat itu baik, benar dan jujur

  18. utk abdurrahman bisa diperinci sahabat siapa yg tdk baik, tdk jujur dan ketidak baikan ketidak jujuran dlm mslah apa. tunjukan bukti yg menyakinkan. apa anda punya bukti atau hanya mendengar dari org lain, bgmana jika dikaitkan dgn surat at attaubah ayat 100. Allah memuji dan meridhoi muhajirin dan anshar secara global.

  19. Saya dilahirkan di Kanada dalam sebuah keluarga non-agamis. Hal itu menyebabkan saya tidak memahami apa-apa mengenai Tuhan. Saya belajar di sekolah Katolik. Sebenarnya di sekolah itu tidak ada masalah penting yang diajarkan, terutama yang berkaitan dengan Injil atau Tuhan. Begitulah setiap tahun berlalu. Saya tahu bahwa Tuhan itu ada, tapi saya tidak mengerti siapakah Tuhan?

    Saya hanya menghadiri doa di sekolah. Sementara program agama dilakukan ketika kami keluar melakukan perjalanan. Praktis program itu lebih merupakan tamasya ketimbang pendidikan agama. Saya tidak pernah mengambilnya sebagai mata pelajaran secara serius. Karena guru-guru saya tidak pernah mengajarinya dan saya juga merasa pelajaran itu berat.

    Mereka hanya mengatakan akan memberitahu kami satu hal kemudian keesokan harinya mereka akan menyampaikan apa yang telah mereka ucapkan pada kami. Mereka tidak pernah memberikan jawaban yang benar akan pertanyaan-pertanyaan saya. Saya tidak pernah merasakan Katolik sebagai tempat yang benar. Apa lagi saya tidak pernah mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya. Akhirnya saya kehilangan arah apa yang harus dilakukan atau kepada siapa saya harus mengadu.

    Ketika berusia 10 tahun, ada anggota aliran Kristen Mormon yang datang ke rumah kami. Ibu mengizinkan mereka masuk dan dalam beberapa minggu kemudian kamipun menjadi anggota gereja. Kami ke gereja selama lebih kurang setahun, kemudian berhenti atas sebab-sebab yang tidak jelas. Ketika saya berusia 20 tahun, kami kembali ke gereja Mormon. Itupun secara kebetulan keluarga saya sedang membantu seorang ibu muda yang menganut Mormon.

    Maka pihak misionaris sering datang kerumah kami untuk membantu perempuan muda itu yang kononnya dengan tujuan membawa perempuan tersebut ke jalan yang benar. Mereka bertanya kepada kami. Kepada mereka kami menjawab bahwa kami juga anggota Mormon. Ketika itu saya sudah agak dewasa, sehingga dapat memahami apa yang mereka sampaikan. Saya benar-benar pergi ke gereja dan mempelajari tentang Tuhan. Saya melakukan apa saja yang ada dalam ajaran Mormon. Seperti pergi ke gereja, menghadiri kelas dan guru-guru datang ke rumah kami beberapa kali dalam sebulan dan lain-lainnya.

    Agama Mormon menyakini perbuatan baik. Tetapi akhirnya saya mendapati bahwa agama Mormon hanyalah kultus saja. Banyak sekali peraturan yang tidak diperlukan. Saya berhenti pergi ke gereja. Karena saya merasakan semuanya bohong belaka dan sekali lagi saya kembali tanpa sedikitpun pandangan tentang agama.

    Saya tidak pernah mendengar tentang Islam selain dari apa yang digembar-gemborkan media. Disebutkan bahwa wanita dalam Islam dikategorikan sebagai masyarakat kelas kedua, isi ajarannya hanya pengkultusan semata, mereka melakukan shalat lima kali sehari, poligami dan perempuannya menutup rambutnya agar tidak dilihat.

    Suatu waktu saya bertemu dengan seorang pria dari Irak di sekolah tinggi tempat saya belajar. Karena gambaran negatif tentang Islam, saya lalu menjauhkan diri darinya sejauh mungkin. Hal itu saya lakukan setelah mengetahui bahwa ia seorang muslim.

    Namun perlahan-lahan saya dapat mengatasi rasa takut dan saya mulai berkenalan dengannya. Saya melihat ia bersikap hormat dan lemah-lembut dengan orang-orang di sekitarnya. Karena tertarik dengan sifatnya, akhirnya kami menikah. Saya bersyukur kepada Allah Swt. Sejak perkawinan itu saya mula mempelajari Islam lebih jauh. Semakin banyak saya membaca, semakin saya jatuh cinta dengan Islam. Akhirnya saya mengucapkan kalimat syahadah pada tanggal 8 Desember 2007. Kembali saya bersyukur kepada Allah Swt. Tidak pernah saya merasakan kegembiraan dan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. Saya benar-benar yakin bahwa saya telah membuat pilihan yang tepat.

    Masih banyak yang perlu saya pelajari tentang Islam. Saya juga dapat merasakan betapa berat bagi seorang yang baru memeluk agama Islam untuk melaksanakan segala ajarannya. Tetapi saya tidak pernah menyesal setelah mengucapkan dua kalimat syahadah. Saya yakin berada dijalur yang benar. Dengan bantuan suami dan umat Islam di sekitar saya, semuanya akan menjadi mudah. Insya Allah.

    Saya sungguh gembira dapat menjadi bagian dari keluarga Muslim. Umat Islam begitu murah hati dan sedia memberi bantuan kepada yang lain. Ini saya dapat dari pengalaman saya sendiri. Saat mengikut suami saya ke Montreal, untuk beberapa hari kami tinggal bersama di rumah temannya. Sahabat ini dan keluarganya melayani saya seolah-olah saya ini anggota keluarga mereka. Padahal sebelum ini kami tidak pernah bertemu. Tidak pernah saya merasakan suasana sedemikian di rumah orang asing sebelum ini.

    Saya bersyukur kepada Allah Swt yang telah memberi hidayah kepada saya dan suami yang telah banyak membantu untuk mendalami Islam. Ia memberi jawaban kepada pertanyaan-pertanyaan saya, memberi buku-buku yang saya perlukan dan situs-situs berkaitan dengan Islam untuk saya pelajari.

    Saya ingin menutup kisah hidup saya ini dengan bercerita mengenai mengapa saya memilih nama Fathimah.

    Fatimah adalah nama anak tercinta Rasulullah Saw. Riwayat hidup Fathimah merupakan sebuah kisah pertama yang saya baca. Saya merasakan nama Fathimah sungguh indah. Padahal waktu itu saya belum memeluk Islam. Kehidupan beliau sungguh menakjubkan walaupun singkat. Sayyidah Fathimah melayani orang lain dengan cinta dan kasih sayang sekalipun dengan budak beliau. Saya tahu bahwa tak mungkin saya bisa menjadi sepertinya tetapi saya berharap sungguh dapat menjadi seorang muslimah yang baik dan melakukan terbaik dengan bantuan dari Muhammad Saw dan Ahli Bait-nya. (IRIB Indonesia/Revertmuslim

  20. InsyaALLAH, kedua suami istri dari canada, akan menemukan manhaj pemahaman yg HAQ dlm Islam. manhaj yg tdk mencela dan mengkafirkan para sahabat, manhaj yg mencintai keluarga Rasulullah Muhammad SAW Termasuk ahli baitnya. manhaj yg tdk mengkultuskan para imam2nya spt syi’ah rafidhah dan menuhankan Ali spt yg dianut syi’ah ghulat, suatu pemahaman yg mirip dgn yg dianut org yahudi dan nasrani.

  21. InsyaALLAH kedua suami istri dari canada tsb akan menemukan pemahaman manhaj yg HAQ dlm Islam. Manhaj yg tdk mencela, membenci dan mengkafirkan para sahabat nabi saw, manhaj yg mencintai keluarga nabi saw termasuk ahli baitnya, manhaj yg tdk mengkultuskan para imam2nya spt apa yg dilakukan syi’ah rafidhah dan manhaj yg tdk me-nuhankan Ali spt yg dianut oleh syi’ah ghulat, krn pemahaman mrk mirip dgn pemahaman agama yahudi dan nasrani yg mengkultuskan manusia.

  22. Semua orang Islam yang bersyahadat Tuhannya Allah dan Muhammad Rasulullah adalah muslim. Dimanapun mereka dan siapapun mereka adalah muslim.Tidak ada untungnya kita saling berdebat. Tuhan kita satu yaitu Allah, nabi kita satu yaitu Nabi Muhammad SAW. nah,mari kita bersatu dalam perbedaan furu’ tiada mengapa. Muslim satu dengan lainnya saling bahu membahu, saling mengisi kekurangan masing-masing. Saya tidak habis pikir, yang berdebat justru para sarjana muslim.Biarlah kita urusi urusan kita, orang lain biarlah mengurusi dirinya sendiri. Rasanya dari dulu kurang afdhol, kalau tidak ada perbedaan di dalam umat ini. Toh kalau mati juga sama-sama membusuk. Lihat jasad Nabi SAW yang utuh.Lihat jasad para syuhada’ Uhud yang utuh……buat pelajaran para tukang pencari musuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 100 other followers

%d bloggers like this: