Adab Perkawinan

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata kepada sebagian sahabatnya: “Jika isterimu memasuki kamarmu, belailah rambutnya di bagian muka, kemudian menghadaplah bersama-sama ke kiblat, dan bacalah doa: (more…)

Adab Hubungan suami-isteri

Dalam hadis yang bersumber dari Abu Said Al-Khudri,  Rasulullah saw pernah berwasiat kepada menantunya Ali bin Abi Thalib (sa): 

Wahai Ali, jika isterimu memasuki rumahmu, hendaknya melepaskan sandalnya ketika ia duduk, membasuh kedua kakinya, menyiramkan air dimulai dari pintu rumahmu sampai  ke sekeliling rumahmu. Karena, dengan hal itu Allah mengeluarkan dari rumahmu 70.000 macam kefakiran dan memasukkan ke dalamnya 70.000 macam kekayaan, 70.000 macam keberkahan, menurunkan kepadamu 70.000 macam rahmat yang  meliputi isterimu, sehingga  rumahmu diliputi oleh keberkahan dan isterimu diselamatkan dari berbagai macam penyakit selama ia berada di rumahmu. (more…)

Bolehkah Tawassul dalam berdoa?

Tawassul artinya menjadikan wasilah atau plantara. Tawassul adalah menjadikan wasilah untuk mencapai hajat dan tujuan. Tawassul dalam berdoa adalah menjadikan suatu sebagai wasilah dalam doa dan permohonan kepada Allah swt.

Di sini perlu ditegaskan bahwa tawassul tidak berarti “menuhankan” atau “menyembah”. Jangan menyalah-pahami atau membelokkan makna tawassul. Di dalam hadis2 Nabi saw dijelaskan bahwa tawassul ada dua macam: tawassul dengan zat (diri) dan tawassul dengan kedudukan atau hak Rasulullah saw dan para kekasih Allah swt. (more…)

Peringkat-Peringkat dosa

Peringkat dosa di dalam Al-Qur’an
Pada suatu hari Amer bin ‘Ubaid berkunjung kepada Imam Ja’far Ash- Shadiq (sa). Setelah mengucapkan salam ia duduk dan membaca firman Allah swt surat An-Najm 32:

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبائِرَ الْإِثْمِ

“Orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar.” Lalu ia berhenti. Imam Ja’far (sa) bertanya padanya: Mengapa engkau berhenti? Ia berkata: Aku ingin mengetahui dosa-dosa besar berdasarkan firman Allah Azza wa Jalla. Imam Ja’far (sa) berkata: Baiklah wahai Amer, dengarkan: (more…)

Makna dosa

1. الذنب  (Adz-Dzanb): Artinya, sesuatu yang mengikuti. Semua perbuatan yang menyalahi akan diikuti oleh pembalasan di dunia atau akhirat. Kata ini dalam Al-Qur’an disebutkan 35 kali.

2. المعصية  (Al-Ma’shiyah): artinya, melanggar dan keluar dari perintah-perintah Allah swt. Suatu ungkapan tentang perbuatan manusia yang melanggar batas-batas kehambaan. Kata ini dalam Al-Qur’an disebutkan 33 kali. (more…)

Sesat Menurut Al-Qur’an

 Kata “Sesat” di dalam Al-Qur’an  berasal dari akar kata “Dhalalah”. Kata  Dhalalah dengan segala bentuk katanya di dalam Al-Qu’an disebutkan kurang-lebih 193 kali. Bermacam-macam sifat dan prilaku manusia oleh Al-Qur’an dinyataan sebagai orang-orang yang sesat, antara lain: (more…)

Pak Harto: Dosa Politik diampuni atau tidak diampuni oleh Allah swt?

Perjalanan politik pak Harto kotroversial. Ada yang mencintai dan ada yang membenci, ada yang mengagumi dan ada yang merendahkan, ada yang menghormati dan ada yang menghina. Dan ada juga yang biasa-biasa saja, tidak mencintai dan tidak membenci. Tentang kepergian pak Harto, ada yang berduka, ada yang bergembira, ada yang merasa kehilangan, ada yang mensyukuri. Dan ada juga yang biasa-biasa saja, tidak berduka, juga tidak bergembira. (more…)

Kondisi Politik dan Dosa

Masalah politik merupakan puncak kebaikan dan kemuliaan sekaligus puncak keburukan, kehinaan dan dosa di sisi Allah swt. Jika pelaku politik berpegang teguh dengan nilai-nilai yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan memperoleh kebaikan dan kemuliaan yang tidak ada tandingannya. Tetapi sebaliknya, jika menyimpang dan membuka front dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah memasuki puncak keburukan, kezaliman dan dosa yang tiada taranya. (more…)

Kondisi jiwa dan dosa

Jiwa adalah pangkal utama penyebab perbuatan dosa. Jiwa adalah pusat manusia berpikir dan merasa. Jiwa juga merupakan medan pertempuran antara pasukan Ilahi dan pasuka setan. Jika pasuka Ilahi mengalahkan pasukan setan, maka manusia akan menjadi hamba yang saleh. Tetapi sebaliknya, jika pasukan setan mengalahkan pasukan Ilahi, maka manusia a (more…)

Kondisi Sosial dan Dosa

Persoalan kondisi social dan dosa saya akan membahasnya dari tiga hal:

· Lingkungan masyarakat yang rusak dan yang baik

· Tokoh masyarakat yang menyesatkan

· Sahabat yang buruk

Sebagaimana dimaklumi bahwa lingkungan sosial mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebaikan, ketaatan dan kesucian. Tetapi tidak kalah besar pengaruhnya dalam menjerumuskan manusia ke dalam kemaksiatan dan kehinaan. Baik lingkungan itu di rumah, sekolah, universitas, kantor, rumah sakit, bahkan lingkungan majlis pengajian. Secara global pengaruh lingkungan diisyaratkan oleh Al-Qur’an: “Bani Israil berkata: wahai Musa, buatkan untuk kami tuhan sebagai mereka mempunyai beberapa tuhan. Musa menjawab: Sesungguhnya kalian ini adalah kaum yang jahil. Sesungguhnya mereka itu akan dibinasakan oleh kepercayaan yang dianutnya, dan batil apa yang mereka kerjakan.” (Al-A’raf/7: 138-139)

Perintah hijrah dari lingkungan yang buruk

Kata hijrah dalam Al-Qur’an disebutkan 26 kali, antara lain: (more…)

Kondisi Pendidikan dan dosa

Pada dasarnya ilmu adalah kebutuhan pokoh bagi pikiran dan hati manusia. Namun demikian, jika sistem pendidikan buruk, maka ilmu akan menjadi alat yang ampuh untuk melakukan kezaliman dan kemaksiatan. Dalam dunia pendidikan dan pengajaran ada beberapa faktor yang mengantarkan manusia pada kehinaan dan dosa, paling tidak lima faktor penting yaitu: (more…)

Keluarga dan Penyebab Dosa

Sebagimana kita maklumi bahwa suasana keluaga dapat menjadi salah satu faktor utama dan penyebab tejadinya perbuatan dosa bagi penghuninya. Paling tidak, dalam keluarga ada empat hal penting yang dapat mengantarkan penghuninya pada ketaatan atau kemaksiatan dan dosa. (more…)

Orang-orang yang dilaknat di dalam Al-Qur’an dan hadis

Dilaknat artinya disingkirkan dan dijauhkan oleh Allah dari rahmat-Nya, dan dimurkai oleh-Nya.

Orang-Orang yang dilaknat dan dikutuk di dalam Al-Qur’an dan hadis: (more…)

Tragedi Karbala dan Khilafah Islamiyah

Kita sekarang berada di bulan Muharam. Bulan berduka bagi keluarga Nabi saw dan pengikutnya. Di bulan ini terjadi tragedi Karbala, peristiwa yang paling tragis dalam sepanjang sejarah kehidupan manusia.

Tragedi Karbala terjadi pada 10 Muharram 61 H. Peristiwa ini dikenal dengan peristiwa Asyura. Hampir semua kaum muslimin di Indonesia mengenal Asyura. Sehingga di Padang, Riau dan Aceh diadakan upaca Tabut, bahkan tarian Saman Aceh diduga sebagai jejak upacara ratapan Asyura, di Jawa diadakan upacara saling antar bubur Suro, tidak melangsung ucapara bersenang-senang seperti perkawinan dan lainnya, juga di Madura ditradisikan saling antar bubur pedas, juga masyarakat muslim di daerah-daerah nelayan enggan melaut, semua ini menyimbolkan kepedihan Asyura, tragedi Karbala. (more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 87 other followers